Faksi Palestina: Hak Bangsa Palestina Tidak dapat Dinegosiasikan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i70434-faksi_palestina_hak_bangsa_palestina_tidak_dapat_dinegosiasikan
Berbagai faksi Palestina menilai penyelenggaraan konferensi ekonomi Bahrain di bawah pengawasan AS sebuah langkah berbahaya untuk menghapus isu Palestina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 23, 2019 07:29 Asia/Jakarta
  • Statemen Faksi Palestina Tolak Kesepakatan Abad
    Statemen Faksi Palestina Tolak Kesepakatan Abad

Berbagai faksi Palestina menilai penyelenggaraan konferensi ekonomi Bahrain di bawah pengawasan AS sebuah langkah berbahaya untuk menghapus isu Palestina.

Seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, faksi-faksi Palestina Rabu (22/05) dalam jumpa pers di Jalur Gaza menyatakan, hak bangsa Palestina tidak dapat dinegosiasikan, didamaikan atau dijual. Selain itu, prakarsa ekonomi serta janji kosong tidak akan pernah mampu menutupi keburukan kesepakatan abad yang ditujukan untuk menghapus isu Palestina.

Trump, Netanyahu dan Kesepakatan Abad

Menurut rencana AS Kesepakatan Abad, Quds akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di luar negeri tidak berhak kembali ke tanah airnya dan Palestina hanya memiliki wilayah tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

 

Faksi Palestina seraya menetang keras seluruh metode normalisasi hubungan dengan Israel menekankan, normalisasi hubungan dengan Israel sebuah pengkhianatan terhadap isu Palestina dan menikam dari belakang terhadap rakyat Paelstina serta perjuangan mereka.

 

Kelompok ini seraya mengajak bangsa Islam dan Arab khususnya rakyat Bahrain untuk berlepas diri dari mereka yang ingin melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, kembali menekankan dilanjutkannya pawai damai Hak Kepulangan di perbatasan Gaza untuk melawan Kesepakatan Abad.

 

Berdasarkan pengumuman Gedung Putih, Bahrain menjadi tuan rumah langkah pertama untuk mengimplementasikan Kesepakatan Abad dengan menggelar konferensi ekonomi pada 25-26 Juni dengan tujuan menarik investasidi Tepi Barat dan Jalur Gaza. (MF)