Anggota Senior Hamas Tekankan Pemboikotan Pertemuan Manama
-
Khalil al Hayya
Anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menuntut pemboikotan pertemuan Bahrain yang digelar dalam rangka melaksankaan rencana AS kesepakatan abad.
Amerika Senin lalu mengkonfirmasikan penyelenggaraan forum ekonomi internasional Bahrain pada 25-26 Juni untuk menarik investasi di bumi Palestina sebagai bagian pertama dari kesepakatan abad.
Khalil al-Hayya Rabu (29/05) di sela-sela sidang parlemen Palestina di Jalur Gaza kepada IRNA mengatakan, pertemuan Bahrain digelar dalam koridor ekonomi setelah AS gagal menemukan mitra untuk melaksanakan sebagian kebijakan kesepakatan abad.
Mushir al-Masri, salah satu anggota parlemen Paletina mengatakan, kolusi sejumlah negara Arab dan Islam dengan sikap AS-Zionis untuk menghapus isu Palestina melalui implementasi kesepakatan abad tidak akan mampu mengubah realita dan bangsa Palestina akan menggagalkan seluruh plot ini.
Ahmad Bahar, wakil pertama ketua parlemen Palestina seraya menekankan pentingnya boikot pertemuan Bahrain menuntut pertemuan di Gaza.
Anggota parlemen Palestina di pertemuan mereka hari Rabu selain menyatakan penentangannya atas perincian kesepakatan abad menekankan, rencana ini melanggar aturan internasional yang mengakui hak bangsa Palestina khususnya hak kepulangan dan penentuan nasib di tangan bangsa Palestina.
Rencana anti Palestina kesepakatan abad mencakup aneksasi total Quds ke Israel, aneksasi distrik Zionis di Tepi Barat ke rezim ilegal ini, menghapus total hak kepulangan pengungsi Palestina di luar negeri dan penentuan Abu Dis sebagai ibukota Palestina. (MF)