Sayid Hasan Nasrullah Musuh Gagal Pudarkan Pengaruh Hari Quds Sedunia
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i70688-sayid_hasan_nasrullah_musuh_gagal_pudarkan_pengaruh_hari_quds_sedunia
Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah menilai gagal upaya musuh untuk memudarkan peringatan hari Quds sedunia atau melupakan hari besar ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 01, 2019 07:02 Asia/Jakarta
  • Sayid Hasan Nasrullah
    Sayid Hasan Nasrullah

Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah menilai gagal upaya musuh untuk memudarkan peringatan hari Quds sedunia atau melupakan hari besar ini.

Menurut laporan IRNA, Sayid Hasan Nasrullah Jumat malam (31/05) dalam pidatonya bertepatan dengan peringatan hari Quds sedunia mengatakan, hari ini telah 40 tahun berlalu dari penamaan hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan sebagai hari Quds sedunia oleh Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran dan selama tentang waktu ini musuh Quds berharap peringatan hari Quds semakin lemah dan dilupakan, namun setiap tahun kita menyaksikan peringatan hari besar ini semakin marak.

Peringatan Hari Quds di Iran

Sekjen Hizbullah menambahkan, muqawama saat ini semakin kuat dan sebaliknya Israel kian lemah, oleh karena itu rezim ilegal ini membutuhkan dukungan langsung AS serta armada perangnya di perang mendatang.

 

Sayid Hasan Nasrullah mengingatkan, Iran sebagai kekuatan besar regional dan pendukung sejati poros muqawama mulai dari Irak, Suriah, Lebanon dan Palestina serta sikapnya sangat jelas. Oleh karena itu, musuh ingin mensanksi Iran sehingga mampu menarget poros muqawama, namun mereka tidak akan pernah berhasil.

 

Sekjen Hizbullah juga menekankan kegagalan rencana AS kesepakatan abad dan menambahkan, tujuan dari rencana ini adalah mengakhiri seruan terkait Quds, Jalur Gaza dan pengungsi Palestina.

 

"Ini adalah kita untuk memiliki senjata guna membela diri dan dialog dengan AS dalam kasus ini tidak dapat diterima," ungkap Sekjen Hizbullah.

 

Di bagian lain pidatonya sekjen Hizbullah menyatakan, sangat tidak menguntungkan Donald Trump juga Iran memiliki hubungan baik dengan negara-negara Teluk Persia. Kepentingan Trump terletak pada berlanjutnya upaya menakut-nakuti pemerintah di Teluk Persia dengan klaim ancaman Iran serta prioritasnya adlaah  perang ekonomi dengan Iran dan negara lain.

 

Sekjen Hizbullah mengungkapkan, jika meletus perang di kawasan harga minyak perbarel akan mencapai 200 hingga 300 dolar serta pada akhirnya Trump akan keluar sebagai pecundang.

 

Sayid Hasan Nasrullah juga menilai perang yang dikobarkan Arab Saudi terhadap bangsa Yaman gagal dan menjelaskan, Arab Saudi bukan dalam posisi kuat tapi lemah serta bergantung pada Barat untuk mempertahankan kekuasaannya.

 

Seraya mengisyaratkan transformasi Suriah, Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, Suriah telah melewati berbagai konspirasi yang dirancang baginya dan masih tetap berada di poros muqawama serta menemukan stabilitas dan keamanannya.

 

Sayid Hasan Nasrullah juga menekankan, seluruh upaya Amerika untuk menguasai Irak dari sisi keamanan dan militer juga mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan. (MF)