Hizbullah: Tumbangkan Drone AS, Iran Tegaskan Bela Kedaulatannya
-
Sheikh Damoush
Wakil ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon seraya mengisyaratkan langkah Iran menembak jatuh nirawak (drone) mata-mata Amerika Serikat mengatakan, Iran melalui langkahnya ini telah menunjukkan dirinya tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap kedaulatannya.
"Iran bukan negara lemah yang diam menyaksikan pelanggaran berulang AS, tapi sebuah negara kuat yang memiliki kemampuan membela diri dan kedaulatannya," papar Sheikh Damoush Jumat (21/06) seperti dilaporkan Kantor Berita Lebanon.
Seraya menjelaskan bahwa AS gagal memaksa Iran bertekuk lutut, Sheikh Damoush mengungkapkan, meski ada tekanan dan sanksi terhadap Iran, poros muqawama saat ini semakin kuat di banding dengan sebelumnya.
Sheikh Hasan Sharifah, sekjen Wakaf Majelis Tinggi Islam Syiah Lebanon mengatakan, penembakan jatuh drone AS di Iran sebuah pesan bagi kegagalan kesombongan dan hegemoni Washington terhadap kawasan dan bangsa di wilayah ini.
Sementara itu, Sheikh Sadiq al-Nabulsi, khatib shalat Jumat kota Sidon terkait hal ini mengatakan, Iran setelah menembak jatuh drone mata-mata AS telah menunjukkan kekuatan dan keberaniannya serta mengindikasikan negara ini tidak menganggap penting ancaman.
Sebuah drone mata-mata Global Hawk AS setelah melanggar zona dan wilayah Iran di atas gunung Mobarak ditembak jatuh oleh sistem anti udara Sepah Pasdaran (IRGC) Iran. (MF)