Transformasi Timur Tengah, 20 Juli 2019
-
Pawai hak kepulangan
Transformasi Timur Tengah pekan lalu diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai statemen Sekjen Hizbullah yang menegaskan bahwa kebijakan AS-Zionis di kawasan akan gagal.
Isu lainnya, mengenai berlanjutnya pawai hak kepulangan Palestina, pernyataan Bashar Assad bahwa Barat menargetkan memberangus multikulturalisme di Suriah, Yahudi Falasha berdemo di Knesset untuk memprotes rasisme Zionis, pabrik pembuatan senjata Israel terbakar, dan Ansarullah siap menggalang perdamaian yang adil di Yaman.
Sekjen Hizbullah: Kebijakan AS-Zionis di Kawasan akan Gagal
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, kebijakan permusuhan yang dikobarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel di kawasan Asia Barat akan gagal.
Hal itu ditegaskan Nasrullah dalam pertemuan dengan Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional Hossein Amir-Abdollahian di Lebanon, Jumat (19/7/2019).
Dia mengapresiasi dukungan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khameni, pemerintah dan rakyat Iran untuk membantu menciptakan stabilitas perdamaian dan keamanan di kawasan.
"Seperti yang disampaikan Ayatullah Khamenei, Amerika tidak mampu memaksakan perang militer terhadap Iran," ujarnya.
Dia menambahkan, Gedung Putih memahami bahwa jika perang terhadap Iran dikobarkan maka seluruh kawasan akan terlibat, dan tentu saja Amerika bukan pihak yang akan mengakhirinya.
Sekjen Hizbullah juga menyinggung masalah Palestina dan menegaskan, Muqawama (perlawanan) adalah opsi tunggal dan paling kuat untuk menghadapi kejahatan, agresi dan ambisi rezim Zionis.
Sayid Nasrullah menyebut rancana politik dan demokrasi yang diusulkan Iran mengenai penyelenggaraan referendum yang melibatkan seluruh penduduk asli Palestina, baik di dalam dan luar negeri, dan dari semua agama seperti Islam, Yahudi dan Kristen sebagai prakarsa yang logis dan realistis.
Sekjen Hizbullah juga mengisyaratkan prakarsa Kesepakatan Abad yang digagas oleh Amerika Serikat.
"Prakarsa Amerika-Zionis, Kesepakatan Abad, tidak layak dan tidak akan berhasil," tegasnya.
Berdasarkan kesepakatan abad, Baitul Maqdis akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di negara lain tidak berhak kembali ke tanah airnya, dan Palestina hanya terdiri dari wilayah yang tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Hamas: Pawai Hak Kepulangan Palestina Berlanjut
Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Abdul-Latif Qanou mengatakan, rakyat Palestina bertekad untuk melanjutkan Pawai Hak Kepulangan Palestina hingga semua tujuan-tujuan mereka tercapai.
"Rakyat Palestina hari ini (Jumat) akan menunjukkan kembali komitmen mereka atas tanah airnya dengan berpartisipasi luas dalam Pawai Hak Kepulangan," kata Abdul-Latih dalam pernyataannya seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Jumat (19/7/2019).
Dia menambahkan, unjuk rasa hari ini mengusung slogan "membakar bendera rezim Zionis" sebagai bentuk protes atas pengibaran bendera rezim ini di sejumlah negara Muslim dan Arab, dan penentangan rakyat Palestina terhadap segala bentuk normalisai hubungan dengan Israel.
Pawai Hak Kepulangan Palestina pada Jumat, 19 Juli 2019 telah memasuki Jumat ke-67. Pawai ini dimulai sejak 30 Maret 2018.
Sejak dimulainya pawai kepulangan pengungsi Palestina "Hak Kembali" di Jalur Gaza, sebanyak 313 warga Palestina gugur akibat kejahatan rezim Zionis, dan sekitar 30.000 lainnya cedera.
Laporan tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Rabu (17/7) disertai kekhawatiran bertambahnya jumlah korban dari pihak Palestina akibat aksi represif rezim Zionis. Banyak negara, termasuk Republik Islam Iran, serta organisasi internasional telah mengutuk kejahatan rezim Zionis terhadap orang-orang Palestina.
Pawai hak kembali dimulai sejak 30 Maret 2018 yang bertepatan dengan hari bumi untuk mengingatkan publik dunia atas keputusan lalim rezim Zionis yang menyita dan menjarah tanah Palestina pada 30 Maret 1976.
Penjarahan tanah oleh Isreal tersebut yang dibarengi dengan pembangunan permukiman Zionis bertujuan untuk mengubah struktur demografi wilayah Palestina demi kepentingan rezim Zionis.
Bashar Assad: Barat Targetkan Berangus Multikulturalisme di Suriah
Presiden Suriah, Bashar Assad mengatakan, negara-negara Barat berupaya menghancurkan keragaman budaya yang terbangun solid dalam masyarakat Suriah.
Koran Al-Watan cetakan Damaskus hari Rabu (17/7) memberitakan, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa multikulturalisme yang tumbuh kuat di Suriah ingin diberangus Barat dengan menyebarkan ujaran kebencian di tengah masyarakat.
"Satu-satunya jalan menghadapi plot Barat ini dengan memperluas dialog budaya," ujar Assad.
Selain itu, Bashar al-Assad juga menyerukan partisipasi rakyat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam rekonstruksi Suriah.
Berdemo di Knesset, Yahudi Falasha Protes Rasisme Zionis
Ribuan orang Yahudi Falasha dari Ethiopia yang menghuni distrik Zionis kembali berunjuk rasa di depan gedung Knesset untuk memprotes rasisme yang marak di Israel.
Gelombang protes ini berlangsung sebagai reaksi atas vonis pengadilan yang memutuskan bebas seorang polisi pembunuh pemuda Yahudi Ethiopia Solomon Tikka.
Sebelumnya, pada 6 Juli, ribuan orang Yahudi Falasha memprotes kematian tersebut yang berlangsung di berbagai kota seperti Tel Aviv, Haifa, Ashdod dan Ashkelon.
Dilaporkan, setidaknya 60 orang ditangkap oleh polisi rezim Zionis.
Orang-orang Yahudi Falasha termasuk kelompok-kelompok miskin yang berimigrasi ke Palestina pendudukan dengan janji Zionis, tetapi di sana mereka mendapatkan diskriminasi berat, dan diperlakukan sebagai warga negara kelas tiga.
Menurut statistik tidak resmi, jumlah Yahudi Ethiopia di wilayah pendudukan berkisar antara 125.000 hingga 135.000 orang.
Pabrik Pembuatan Senjata Israel Terbakar
Media Palestina mengabarkan, asap tebal membumbung tinggi di atas pabrik pembuatan senjata rezim Zionis Israel di selatan kota Tel Aviv.
Laman Twitter Shehab News Agency, Gaza, Senin (15/7/2019) menayangkan video yang memperlihatkan asap tebal yang membumbung tinggi ke langit di atas pabrik pembuatan senjata Israel di Ramat Hasharon, selatan kota Tel Aviv.
Pabrik pembuatan senjata yang dikenal dengan IMI System, Israel Military Industries itu memproduksi berbagai jenis senjata seperti pistol jenis Colt, senapan mesin, mortir, drone dan yang lainnya.
Sejumlah media mengabarkan, kebakaran terjadi di gudang penyimpanan granat asap di pabrik itu, namun hingga kini masih belum ada informasi yang lebih detail.
Ansarullah Siap Galang Perdamaian yang Adil di Yaman
Pemimpin Ansarullah Yaman, Abdul Malik Houthi menekankan kesiapan gerakan yang dipimpinnya untuk membangun perdamaian yang adil di Yaman.
Pemimpin Ansarullah Yaman dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa di Yaman, Martin Griffiths hari Selasa (16/7) menyinggung pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi, dan mengkritik kubu Mansur Hadi yang tidak menjalankan perjanjian damai yang telah dicapai selama ini.
Abdul Malik Houthi menilai sepang terjang koalisi agresor Yaman memperparah berlanjutnya kekerasan di Yaman, dan menghambat proses perdamaian.
Ditegaskannya, penutupan bandara internasional Sana'a telah mempersulit situasi ekonomi dan kondisi kemanusiaan rakyat yang sedang menderita.
Utusan khusus PBB untuk Yaman tiba di Sana'a pada Selasa malam untuk membahas implementasi gencatan senjata dan membuka kembali bandara internasional Yaman demi memberikan layanan bantuan kemanusiaan.
Gerakan Ansarullah dan pihak Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung koalisi Arab, mencapai kesepakatan damai pada 13 Desember tahun lalu di Swedia, tapi kubu Mansur Hadi melanggarnya.(PH)