Assad: Kesepakatan Rusia-Turki Hanya Sementara
Nov 01, 2019 18:04 Asia/Jakarta
-
Bashar Assad
Presiden Suriah menilai kesepakatan yang dicapai Rusia dan Turki di Sochi, terkait penyelesaian krisis di timur laut Suriah, hanya sementara.
Bashar Assad, Kamis (31/10/2019) dalam wawancara televisinya mengatakan, kesepakatan Rusia dan Turki adalah kesepakatan untuk mengendalikan dan mengontrol ketamakan Turki, menutup jalan Amerika Serikat dan menentang rencana Jerman membangun zona aman internasional di perbatasan Suriah-Turki.
Presiden Suriah menambahkan, jika langkah politik dalam berbagai model dan mekanisme berbeda tidak membuahkan hasil, maka opsi perang tetap terbuka, dan tidak ada pilihan lain.
Ia menegaskan, pembebasan Idlib secara bertahap akan segera dilakukan, setelah semua peluang politik gagal dimanfaatkan di utara Suriah.
Terkait kemungkinan pertemuan dirinya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Assad menuturkan, jika pertemuan semacam ini memberi peluang keberhasilan, dan menjamin kepentingan Suriah, maka saya akan mengesampingkan emosi.
Ditanya soal tewasnya Pemimpin kelompok teroris Daesh, Abu Bakr Al Baghdadi, Presiden Suriah menjelaskan, Damaskus tidak mengetahui apakah memang benar ada operasi untuk membunuh Al Baghdadi atau tidak.
"Menurut saya, ini adalah skenario baru Amerika, bagian dari penipuan Washington, karena Abu Bakr Al Baghdadi ada di salah satu penjara Amerika," pungkasnya. (HS)
Tags