Motif Pengerahan 3000 Tentara AS di Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i75801-motif_pengerahan_3000_tentara_as_di_saudi
Presiden Amerika Serikat dalam surat terbaru yang disampaikan kepada DPR-AS mengajukan pengerahan 3.000 tentara AS bersama peralatan dan perlengkapan militernya di Arab Saudi dengan dalih menghadapi ancaman Iran.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 20, 2019 17:18 Asia/Jakarta
  • Pasukan AS di Teluk Persia
    Pasukan AS di Teluk Persia

Presiden Amerika Serikat dalam surat terbaru yang disampaikan kepada DPR-AS mengajukan pengerahan 3.000 tentara AS bersama peralatan dan perlengkapan militernya di Arab Saudi dengan dalih menghadapi ancaman Iran.

Dalam surat tersebut, Trump mengatakan bahwa tahap pertama pasukan telah tiba di Arab Saudi, dan sisanya akan tiba dalam beberapa pekan mendatang. Ia juga menyalahkan Iran atas serangan terhadap fasilitas minyak Saudi, dan mengklaim kehadiran pasukan bersama peralatan militer AS di negara Arab ini akan melindungi mitranya tersebut.

Menurut Trump, peralatan militer yang akan dikerahkan ke Arab Saudi mencakup sistem radar dan rudal untuk meningkatkan kemampuan pertahanan terhadap ancaman udara dan rudal di kawasan itu, unit udara untuk mendukung operasi pesawat AS di Arab Saudi, dan dua skuadron tempur. 

Trump mengklaim keterlibatan Iran dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Iran pada 14 September yang dilancarkan pasukan militer dan Komite Rakyat Yaman.

 

Presiden AS, Donald Trump

 

Juru bicara militer Yaman, Yahya al-Saree mengatakan operasi itu dilakukan sebagai bagian dari reaksi alamiah Yaman dan hak legalnya untuk menanggapi kejahatan koalisi agresor dan blokade Yaman selama lima tahun.

Langkah pengerahan pasukan AS ke Arab Saudi diambil Trump di saat dirinya seringkali menekankan penarikan pasukan AS dari kawasan Asia Barat, dan menilai kehadiran pasukan AS sebagai kesalahan besar pemerintah sebelumnya.

Trump mengklaim negaranya menggelontorkan dana sekitar tujuh triliun dolar untuk berperang dan melindungi Timur Tengah (Asia Barat). Ditegaskannya, "Ribuan tentara kita yang luar biasa telah terbunuh atau terluka parah. Jutaan lainnya terbunuh di tempat lain. Oleh karena itu, pergi ke Timur Tengah adalah keputusan terburuk yang pernah dibuat dalam sejarah negara kita,".

Sebelumnya, Trump telah berjanji akan menarik pasukan AS ke negaranya, dengan jumlah lebih dari 200.000 tentara AS yang ditempatkan di negara-negara asing, termasuk Afghanistan dan Suriah. Bahkan menurut beberapa sumber, jumlah pasukan AS di luar negeri lebih besar dari itu. 

 

Pasukan AS

Arab Saudi, adalah mitra strategis dan ekonomi yang penting bagi Amerika Serikat, dan Trump sejak awal kepresidenannya menjadikan Riyadh sebagai sapi perahan dengan menandatangani kontrak bernilai miliaran dolar untuk penjualan senjata dan alutsista.

Para pejabat AS, terutama Trump menggunakan isu Iranfobia untuk meraih tujuan mereka sendiri, terutama mengeksploitasi perekonomian negara-negara kawasan, khususnya Arab Saudi. 

Pengerahan pasukan AS di negara-negara Teluk Persia, dalam praktiknya justru meningkatkan ketidakstabilan dan ketidakamanan di kawasan strategis ini. New York Times menulis, Trump tidak tertarik untuk mengakhiri perang, dia hanya memindahkan pasukan dari titik ke titik lain.

Langkah Trump untuk mengirim pasukan ke Arab Saudi juga sejalan dengan tiga tujuan AS untuk meningkatkan Iranfobia, eksploitasi politik dalam dan luar negeri untuk membenarkan kehadiran pasukan AS di luar negeri, dan memeras kekayaan Arab Saudi.(PH)