Koalisi Saudi Cegah Lima Kapal Bahan Bakar Memasuki Yaman
-
Pelabuhan al-Hudaydah
Perusahaan minyak Yaman dalam statemennya menyatakan, koalisi Arab Saudi mencegah masuknya lima kapal yang membawa bahan bakar ke pelabuhan al-Hudaydah.
Menurut laporan al-Masirah, statemen perusahaan minyak Yaman yang dirilis hari Jumat (29/11) sore menyebutkan, meski ada pengumuman PBB, koalisi Saudi masih mencegah masuknya kapal yang membawa bahan bakar ke pelabuhan al-Hudaydah.
Utusan khusus sekjen PBB, Martin Griffiths 22 November lalu di Dewan Keamanan menyatakan, kapal yang membawa bahan bakar memasuki pelabuhan al-Hudaydah, dan masalah ini telah diselesaikan.
Perusahaan minyak Yaman menjelaskan, "Tujuan koalisi Saudi mencegah masuknya kapal tanker minyak ke pelabuhan al-Hudaydah adalah untuk menekan rakyat Yaman."
Berdasarkan sumber ini, volume bahan bakar yang dibawa kapal tersebut sekitar 55 ribu ton bensin.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) sejak 2015 lalu dengan dukungan AS dan sejumlah negara lain, melancarkan agresi militer ke Yaman dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke negara Arab miskin ini.
Langkah destruktif Arab Saudi dan sekutunya di Yaman bukan saja membuat negara ini mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan, tapi sampai saat ini lebih dari 16 ribu warga Yaman tewas akibat agresi Saudi serta ribuan lainnya terluka. (MF)