AS Putus Bantuan ke WHO, WHO Putus Bantuan ke Yaman
-
anak Yaman
Buntut dari pemutusan bantuan Amerika Serikat untuk WHO, organisasi kesehatan dunia ini mengumumkan akan memutus 80 persen bantuan ke Yaman.
Transformasi Yaman saat ini dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, militer dan komite rakyat yang berhasil memperkuat posisi militernya dalam perang melawan Arab Saudi, dan kekuatan pertahanan udara serta drone Yaman mulai disegani musuh.
Kedua, blokade total Yaman oleh koalisi Saudi terus berlanjut, dan kondisi ini menyebabkan bencana kemanusiaan yang tak berkesudahan di negara itu.
Berdasarkan data terbaru, 22 juta dari total populasi penduduk Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. WHO menyebutkan, sekitar 15 ribu anak di Yaman mengalami gizi buruk akut.
Sekitar 15 juta penduduk Yaman tidak bisa mendapat layanan kesehatan setelah pusat-pusat medis di negara itu ditutup. Organisasi amal internasional, Oxfam mengumumkan, sejak Januari 2017 hingga Desember 2019, sekitar 2.254.000 anak Yaman terserang berbagai jenis penyakit.
Juru bicara Kementerian Kesehatan pemerintah penyelamatan nasional Yaman, Dr. Yousef Al Hadhri mengatakan, selama 4 bulan pertama tahun 2020, lebih dari 80.000 warga Yaman terserang wabah penyakit. Selain itu, mereka juga banyak yang terjangkiti penyakit demam berdarah dan malaria.
Pada kondisi seperti ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dianggap gagal menangani pandemi Corona di negaranya, menuduh WHO bertanggung jawab atas penyebaran wabah Covid-19 di dunia, dan memutus bantuan senilai 400 juta dolar untuk organisasi kesehatan dunia itu.
Koordinator urusan Kemanusiaan PBB di Yaman, Lise Grande mengecam keputusan Amerika itu dan mengatakan, WHO akan memutus sekitar 80 persen anggarannya untuk rumah sakit-rumah sakit, program pertolongan pertama, dan kebutuhan medis lainnya di Yaman.
Jika sampai bantuan WHO untuk Yaman diputus, maka pelayanan 189 rumah sakit dan 200 pusat kesehatan di negara itu akan menurun atau bahkan berhenti beraktivitas.
Selama 5 tahun terakhir, bidang kesehatan dan pengobatan Yaman merupakan salah satu bagian terpenting yang menjadi tempat rujukan korban kritis akibat perang yang dilancarkan koalisi Saudi di negara itu, dan secara praktis telah menghancurkan infrastruktur utama kesehatan dan medis Yaman.
Kemenkes Yaman mengumumkan, negara ini untuk memerangi wabah Virus Corona membutuhkan sekitar 500 ribu kit tes Corona untuk tahap pertama, dan 10 juta kit tes Corona untuk tahap kedua.
Yaman sekarang juga kekurangan alat bantu pernafasan, ruang perawatan khusus, dan tabung oksigen. Di saat yang sama, Saudi tidak pernah mematuhi gencatan senjata yang dibuatnya sendiri, dan terus melanggarnya.
Oleh karena itu tidak diragukan, pemutusan bantuan WHO untuk Yaman, di tengah berlanjutnya pemboman pasukan koalisi Saudi, akan memperburuk kondisi kemanusiaan di negara yang dianggap sebagai negara dengan kondisi paling buruk di dunia ini. (HS)