Nasrallah: Sia-sia Menuntut Pelucutan Senjata Hizbullah
-
Sayid Hassan Nasrallah.
Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah meminta rakyat Lebanon mewaspadai konspirasi Amerika Serikat yang semuanya ditujukan untuk memenuhi kepentingan Israel.
Dia mengungkapkan hal itu dalam pidatonya pada Selasa (16/6/2020) malam, untuk mengenang wafatnya sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina.
“Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ramadan Abdullah Shalah adalah seorang pemimpin yang bijak dan besar. Ia sangat yakin dengan perlawanan dan memiliki semua kriteria yang diperlukan untuk memimpin,” ucap Sayid Nasrallah.
Mengacu pada rencana pendudukan Tepi Barat, Palestina oleh Amerika dan rezim Zionis, dia menandaskan poros perlawanan di Palestina untuk melawan rencana pendudukan ini membutuhkan sosok seperti Abdullah Shalah.
Sekjen Hizbullah membantah tuduhan bahwa Hizbullah ingin menggulingkan pemerintah Lebanon sebagai rumor yang tidak berdasar.
“Maslahat Lebanon menuntut berlanjutnya pemerintahan saat ini dan sedapat mungkin mereka harus bekerja untuk menciptakan perubahan yang positif,” imbuhnya.
Dia menilai upaya beberapa kekuatan politik untuk melucuti senjata Hizbullah, tidak berguna dan meminta mereka memberikan alternatif. Menurut sekjen Hizbullah, masalah sebenarnya adalah situasi ekonomi dan sosial, kenaikan nilai tukar dolar serta masalah impor dan ekspor.
“Ada informasi yang valid bahwa para pejabat Amerika mencegah transfer jumlah dolar yang diperlukan ke Lebanon. AS mengganggu dan menekan Bank Sentral Lebanon agar tidak menyuntikkan dolar ke pasar,” ungkap sekjen Hizbullah.
Sayid Nasrallah kemudian berbicara kepada mereka yang menyerukan penghapusan senjata Hizbullah, dengan mengatakan slogan-slogan Anda tidak akan berhasil meyakinkan mereka yang menghadapi serangan rutin di selatan dan barat Bekaa.
“Perlawanan senjata bagi orang-orang kita adalah bagian dari budaya kita, doktrin strategis, dan lebih dalam daripada yang bisa dibayangkan orang lain," tandasnya.
“Adalah tanggung jawab semua kekuatan politik dan agama untuk mencegah Lebanon mendekati kekacauan serta menghindari hasutan politik atau sektarian," imbuh Sayid Nasrallah.
Mengenai keputusan PBB mengeluarkan nama Arab Saudi dari daftar hitam negara pelanggar hak-hak anak, dia menandaskan Sekjen PBB Antonio Guterres dalam sebuah langkah yang memalukan, menghapus koalisi Saudi dari daftar hitam sehingga kejahatan mereka di Yaman terlupakan. (RM)