Intervensi Asing di Balik Kerusuhan Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i82738-intervensi_asing_di_balik_kerusuhan_lebanon
Sumber-sumber keamanan Lebanon melaporkan penangkapan 40 perusuh yang merupakan warga negara ini dan asing yang berusaha menyulut instabilitas dan menciptakan kekacauan di berbagai wilayah Lebanon, terutama Beirut, ibu kota negara Arab ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 28, 2020 15:50 Asia/Jakarta
  • Kerusuhan terbaru di Lebanon
    Kerusuhan terbaru di Lebanon

Sumber-sumber keamanan Lebanon melaporkan penangkapan 40 perusuh yang merupakan warga negara ini dan asing yang berusaha menyulut instabilitas dan menciptakan kekacauan di berbagai wilayah Lebanon, terutama Beirut, ibu kota negara Arab ini.

Tidak lama setelah kabinet baru Lebanon yang dipimpin oleh Hassan Diab terbentuk, negara ini dilanda protes anti-pemerintah yang ditunggangi pihak tertentu, dan berubah menjadi aksi kerusuhan. Pemicu utama protes tersebut adalah situasi ekonomi yang memburuk, terutama devaluasi Lira, mata uang Lebanon terhadap dolar.

Peran dan intervensi aktor asing dalam perkembangan internal di Lebanon menjadi masalah yang telah berulangkali diangkat oleh para pejabat negara Berirut. Dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi mengatakan bahwa intervensi asing berada di balik kekerasan baru-baru ini di negaranya. Orang-orang yang ditahan oleh pasukan keamanan Lebanon dalam kerusuhan di Beirut pada 6 Juni mengakui dirinya menerima sejumlah uang. 

Amerika Serikat, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tampaknya termasuk di antara negara-negara yang ikut campur dalam urusan internal Lebanon. Beberapa sumber juga melaporkan peran Turki dalam instabilitas baru-baru ini di Lebanon.

Alasan utama campur tangan asing pihak asing dalam urusan internal Lebanon adalah ketidakpuasan terhadap kondisi kekuasaan saat ini di negara tersebut. Pemerintah Lebanon yang berkuasa saat ini dengan dukungan Koalisi Perlawanan, dan tanpa partisipasi arus pro-Barat dan maupun dukungan Liga Arab. Oleh karena itu, pelemahan poros perlawanan menjadi target paling penting dari campur tangan asing dalam urusan internal Lebanon.

 

Kerusuhan massa di Lebanon

 

Untuk mencapai tujuan ini, mereka mendukung ketidakpuasan ekonomi, dan pembentukan demonstrasi anti-pemerintah, dan akhirnya penciptaan kekacauan dan sabotase di berbagai bagian Lebanon. Ahmed Dastmalchian, seorang pakar urusan Asia Barat meyakini bahwa Amerika Serikat sedang mencampuri urusan dalam negeri Lebanon dengan pengaruh ekonominya dan berusaha memngguncang kehidupan orang-orang yang selama ini hidup dalam suasana yang relatif tenang, sehingga dengan cara itu poros perlawanan tidak akan memegang kendali kekuasaan.

Selain itu, Amerika Serikat dan sekutu Arabnya berusaha menggambarkan Hizbullah sebagai hambatan penyelesaian masalah ekonomi negara itu dengan membuat pernyataan yang menyerang Hizbullah. Sebagaiman disampaikan, Dorothy Shea, Duta Besar AS untuk Beirut dalam statemen Jumat lalu bahwa Hizbullah mencegah penyelesaian krisis ekonomi di Lebanon.

Tentu saja pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari otoritas Lebanon, termasuk pengadilan kota Tyre di Lebanon, dan hakim memutuskan untuk melarang segala bentuk wawancara antara media Lebanon dengan duta besar AS.

Masalah lain mengenai arus pro-Barat yang tidak mendapatkan kue dalam pemerintah Lebanon saat ini. Al-Mustaqbal, dipimpin oleh Saad al-Hariri, Pasukan Lebanon dipimpin oleh Samir Geagea, dan Partai Sosialis Progresif yang dipimpin oleh Walid Jumblatt, termasuk di antara para penentang pemerintahan baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hassan Diab.

Kudeta terhadap pemerintahan Diab dan ambisi naiknya loyalis Barat di kursi kekuasaan Lebanon menjadi akar pemicu instabilitas di negara Arab ini. Emad Najjar, seorang ahli urusan Asia Barat menilai kerusuhan Lebanon dipicu campur tangan asing yang kecewa dengan kabinet baru negara ini.(PH)