Hamas: Masjid Al-Aqsa Garis Merah Bangsa Palestina
-
Fauzi Barhoum, Jubir Hamas
Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menekankan bahwa Quds Syarif dan Masjid al-Aqsa adalah garis merah bangsa Palestina dan Front Perlawanan, dan bahwa mendukung mereka adalah kewajiban agama dan moral semua bangsa Islam.
Menurut laporan televisi al-Alam, Fauzi Barhoum, Juru Bicara Hamas hari Jumat (17/07/2020) dalam aksi demo menentang upaya rezim Zionis untuk menutup tempat shalat Bab al-Rahmah di sisi timur kompleks Masjid al-Aqsa, mengatakan bahwa Quds adalah ibu kota abadi bangsa Palestina.
"Semua upaya untuk mengimplementasikan rencana "Kesepakatan Abad" Zionis-Amerika tidak akan pernah mengubah fakta itu," ungkap Barhoum.
Khidir Habib, anggota senior Jihad Islam Palestina, dalam sebuah demonstrasi warga Palestina di Gaza juga mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah membiarkan rencana rezim Zionis untuk mendominasi dan menguasai al-Quds dilaksanakan.
Bab al-Rahmah terletak di bagian timur Masjid al-Aqsa, dan Kantor Wakaf Quds dibuka kembali pada Februari 2019 setelah 10 tahun penutupan paksa oleh Tel Aviv.
Sejak pembukaan kembali Bab al-Rahmah, polisi Israel telah meningkatkan tindakan keras mereka terhadap jamaah dan penjaga serta mendeportasi banyak orang.
Rezim pendudukan al-Quds berupaya untuk melakukan Yahudisasi al-Quds dan mengakhiri kehadiran warga Palestina dengan menghancurkan rumah-rumah, menangkap warga Palestina, menyerang Masjid al-Aqsa dan meningkatkan jumlah pemukim zionis.