Transformasi Asia Barat, 1 Agustus 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i83812-transformasi_asia_barat_1_agustus_2020
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai warga Palestina menunaikan shalat Iduladha di Masjid al-Aqsa.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 31, 2020 23:19 Asia/Jakarta
  • Warga Palestina menunaikan shalat Iduladha
    Warga Palestina menunaikan shalat Iduladha

Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai warga Palestina menunaikan shalat Iduladha di Masjid al-Aqsa.

Selain itu, setelah Khashoggi, jurnalis Saudi lain mati mencurigakan, rezim Zionis ketakutan menghadapi Hizbullah, Gubernur Aden menyatakan keputusan di tangan rakyat Yaman, bukan Saudi atau UEA; Irak menangguhkan kesepakatan visa dengan Turki, rezim Al Khalifa melarang penyelenggaran Asyura di Bahrain dan Kuwait membuka kembali jalur penerbangan ke Iran.

 

 

Warga Palestina Tunaikan Shalat Iduladha di Masjid al-Aqsa

Puluhan ribu warga Palestina menunaikan shalat Iduladha secara berjamaah di Masjid al-Aqsa, meski menghadapi aksi konfrontasi dari pihak rezim Zionis Israel.

Menurut laporan al-Quds al-Arabi, badan waqaf Islam Quds menyatakan jumlah jamaah shalat hari Jumat (31/7/2020) di Masjid al-Aqsa melampaui 27 ribu orang.

Berdasarkan laporan ini, shalat hari raya Iduladha digelar ketika jamaah shalat menjaga dengan benar protokol untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Militer Israel secara mendadak memasuki Masjid al-Aqsa dan menurunkan spanduk ucapan selamat hari raya Iduladha yang dirilis oleh Gerakan Islam.

Sheikh Mohammad Hussein, mufti Quds dan Palestina dalam khutbahnya hari Iduladha mengatakan, Masjid al-Aqsa milik umat Islam, dan pihak agresor serta orang zalim tidak memiliki andil di dalamnya.

Sementara itu, sekelompok ekstrimis Zionis hari Kamis (30/7/2020) bertepatan dengan acara doa Arafah menyerbu Masjid al-Aqsa.

 

 

Pasukan Hizbullah

 

Hizbullah: Saking Ketakutannya, Israel jadi Bingung

Hizbullah mereaksi serangan rezim Zionis Israel ke selatan Lebanon dan mengumumkan, Israel karena saking ketakutannya atas kelompok perlawanan, menjadi kebingungan.

Militer Israel, Senin (27/7/2020) menyerang dataran tinggi Kfar Shuba, dan lahan pertanian Shebaa, Lebanon.

Pasca serangan tersebut, sejumlah media Israel mengabarkan pasukan Hizbullah, dan militer Israel terlibat baku tembak di lahan pertanian Shebaa.

Stasiun televisi Alalam melaporkan, Hizbullah, Senin (27/7) membantah klaim media Israel dan mengumumkan, klaim media Israel terkait operasi penerobosan Hizbullah ke wilayah pendudukan, dan gugurnya salah satu pejuang kelompok ini, tidak benar, dan itu hanya upaya Israel untuk meraih kemenangan semu, dan palsu.

Hizbullah mengatakan, ketakutan militer Israel, dan pemukim Zionis di perbatasan Lebanon dan wilayah pendudukan, serta kesiagaan dan kekhawatiran mendalam mereka atas kemungkinan balasan Hizbullah, menyebabkan rezim ini mengalami kebingungan di media dan medan tempur.

Hizbullah menegaskan, tidak ada satu tembakan pun yang dilepaskan Hizbullah, dan statemen Israel sama sekali tidak benar, penembakan dilakukan satu arah oleh Israel.

"Balasan kami atas gugurnya pejuang Hizbullah di Suriah, dan pemboman hari ini ke rumah warga sipil di desa Al Habariye di perbatasan Lebanon, pasti dilakukan," pungkasnya.

 

 

Saleh Al-Shehi

 

Setelah Khashoggi, Jurnalis Saudi Lain Mati Mencurigakan

Kematian mencurigakan seorang jurnalis Arab Saudi kembali menarik perhatian publik dunia, setelah kasus pembunuhan yang menimpa Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Saleh al-Shehi, jurnalis Saudi yang ditangkap pada Desember 2017, karena mengkritik maraknya korupsi di pengadilan negaranya dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara, baru-baru ini diberitakan meninggal karena kondisi fisiknya yang memburuk.

Menanggapi berita kematian jurnalis Saudi ini, Reporters Without Borders menyerukan penyelidikan independen terhadap misteri kematiannya, dan mendesak supaya rezim Al Saud membebaskan tahanan politik yang mendekam di penjara negara Arab ini.

Sementara itu, New York Times mengutip pesan ancaman dari Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman kepada Saad al-Jabri, mantan pejabat keamanan Saudi yang kini bermukim di Kanada,dan dikenal sebagai kotak hitam pelarian keluarga kerajaan Saudi.

The Washington Post baru-baru ini melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi telah melarang ribuan keluarga kerajaan dan warga Saudi untuk bepergian keluar negeri, karena kemungkinan mereka bergabung dengan kelompok oposisi  luar negeri. Media AS ini juga mengungkapkan bahwa Mohemmad bin Salman sedang mempersiapkan RUU untuk mengadili mantan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Nayef atas tuduhan korupsi.

Kejahatan keji pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018, yang dilakukan atas perintah langsung Mohammed bin Salman, memicu tekanan publik global yang meluas terhadap pemerintah Arab Saudi dan Putra Mahkotanya.

 

Pasukan Saudi dan UEA di Aden

 

Gubernur Aden: Keputusan di Tangan Rakyat Yaman, Bukan Saudi atau UEA

Gubernur Aden, Tariq Mustafa Salam menyebut usulan Arab Saudi untuk membentuk pemerintahan baru di daerah selatan Yaman sebagai upaya mengalihkan opini publik yang tidak akan menyelesaikan masalah utama di daerah selatan Yaman.

"Kesepakatan yang dicapai antara kubu Abd Rabbuh Mansur Hadi dan Dewan Transisi Selatan untuk membentuk pemerintah baru sebagai upaya Arab Saudi untuk mengalihkan opini publik negara ini dan dunia dari agresi yang dilancarkan koalisi pimpinan Riyadh," ujar Tariq Mustafa Salam.

Media Yaman hari Rabu melaporkan kubu Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung Arab Saudi dan Dewan Transisi Selatan yang didukung Uni Emirat Arab telah sepakat untuk menyelesaikan perselisihan dengan mekanisme yang diusulkan Riyadh.

Tariq Mustafa Salam, Gubernur Aden yang berafiliasi dengan Pemerintahan Penyelamat Nasional Yaman menekankan bahwa penyelesaian krisis di negara itu hanya mungkin dilakukan dengan kehendak rakyat Yaman, bukan intervensi agresor.

Setelah tercapai persetujuan antara kubu boneka Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Mansour Hadi menunjuk Muin Abdul Malik untuk membentuk kabinet baru dengan lampu hijau Riyadh.

 

 

Kesal, Irak Tangguhkan Kesepakatan Visa dengan Turki

Kementerian Luar Negeri Irak mengumumkan penangguhan pelaksanaan kesepakatan dengan Turki mengenai penerbitan visa di perbatasan kedua negara.

Berdasarkan kesepakatan konsuler yang ditandatangani pada 2009, Baghdad dan Ankara sepakat untuk memberikan visa masuk di titik perbatasan kepada warga Irak dan Turki, tanpa harus mendatangi kedutaan atau konsulat terkait.

"Irak menangguhkan pelaksanaan kesepakatan ini, karena pihak Turki tidak mematuhinya. Pemerintah Irak membuat keputusan ini untuk menegakkan prinsip timbal balik," kata pernyataan Kemenlu Irak seperti dikutip Farsnews, Rabu (29/7/2020).

Kemenlu Irak meminta kedutaannya di Ankara untuk menyampaikan keputusan itu kepada pemerintah Turki.

"Meski ditangguhkan, pembicaraan untuk melaksanakan kembali kesepakatan tersebut tetap berjalan," tambahnya.

 

 

Rezim Al Khalifa Larang Penyelenggaran Asyura di Bahrain

Rezim Al-Khalifa mengumumkan pelarangan acara keagamaan di bulan Muharram, padahal saat ini tempat-tempat umum dan fasilitas publik mulai dibuka di tengah penyebaran virus Corona di negara Arab ini.

Situs Bahrainmirror hari Selasa (28/7/2020) melaporkan, ada alasan lain  dari rezim Bahrain melarang penyelenggaraan acara keagamaan, yang paling penting berkaitan dengan kebijakan diskriminatif rezim terhadap warga Syiah di negaranya sendiri.

Sejak awal penyebaran Covid-19 di Bahrain, para ulama dan tokoh masyarakat Bahrain menyerukan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan jarak sosial demi mencegah penyebaran virus Corona, dan warga Shiah  secara serius mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan.

 

 

Kuwait Buka Kembali Jalur Penerbangan ke Iran

Otoritas Penerbangan Kuwait mengumumkan dibukanya kembali jalur penerbangan ke 20 negara, termasuk Iran, yang akan dimulai sejak awal Agustus 2020.

Kantor berita Kuwait hari Selasa (28/7/2020) melaporkan, otoritas penerbangan Kuwait akan melanjutkan operasional penerbangan dengan jalur UEA, Bahrain, Oman, Lebanon, Qatar, Yordania, Mesir, Bosnia dan Herzegovina, Sri Lanka, Pakistan, Ethiopia, Inggris, Turki, Iran, Nepal, Swiss, Jerman, Azerbaijan, Filipina, dan India.

Otoritas penerbangan sipil Kuwait sebelumnya menangguhkan semua penerbangan dari dan ke beberapa negara, termasuk Iran demi mencegah penyebaran virus Corona.(PH)