Benarkah Gencatan Senjata Irak dan AS Sudah Berakhir ?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i87516-benarkah_gencatan_senjata_irak_dan_as_sudah_berakhir
Pemerintah Irak baru-baru ini mengabarkan rencana penarikan 500 pasukan Amerika Serikat dari negara itu, dua bulan ke depan. Pada saat yang sama, Sekjen Asaib Ahl Al Haq, Syeikh Qais Al Khazali membela senjata kelompok perlawanan, dan mengatakan, gencatan senjata dengan Amerika sudah berakhir.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 22, 2020 15:59 Asia/Jakarta
  • pasukan Amerika di Irak
    pasukan Amerika di Irak

Pemerintah Irak baru-baru ini mengabarkan rencana penarikan 500 pasukan Amerika Serikat dari negara itu, dua bulan ke depan. Pada saat yang sama, Sekjen Asaib Ahl Al Haq, Syeikh Qais Al Khazali membela senjata kelompok perlawanan, dan mengatakan, gencatan senjata dengan Amerika sudah berakhir.

Dalam beberapa minggu terakhir, isu penarikan pasukan Amerika dari Irak kembali mencuat. Perdana Menteri Irak, Mustafa Al Kadhimi dalam kontak telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, menyepakati penarikan 500 pasukan Amerika dari Irak.

Menlu Irak Fuad Hussein mengatakan, kesepakatan penarikan 500 tentara Amerika ini dicapai pasca negosiasi Al Kadhimi dengan Pompeo. Sebelumnya Pelaksana Tugas Kepala Departemen Pertahanan Amerika Christopher Miller mengumumkan pengurangan jumlah pasukan Amerika di Irak dan Afghanistan.

Ia mengatakan, hingga 15 Januari 2021, jumlah pasukan Amerika di kedua negara ini akan mencapai 2.500 orang.

Komandan Operasi Bersama Irak, Tahsin Al Khafaji menuturkan, pasukan Amerika sudah siap untuk mundur, dan keluar dari Irak, dan berdasarkan kesepakatan terbaru antara Baghdad dan Washington, pada tahap pertama, 500 tentara Amerika akan ditarik dari Irak.

Namun demikian, Sekjen Asaib Ahl Al Haq menegaskan, gencatan senjata dengan Amerika sudah berakhir karena syarat-syaratnya tidak dipatuhi, dan kelompok perlawanan Irak menganggap dirinya berhak melawan pasukan asing.

PM Irak dan Menlu Amerika

Pertanyaannya adalah, apa syarat yang ditetapkan kelompok perlawanan Irak untuk menerapkan gencatan senjata dengan Amerika, dan mengapa Qais Al Khazali menegaskan syarat-syarat itu tidak dipatuhi ?

Syeikh Qais Al Khazali dalam hal ini menyinggung dua syarat gencatan senjata, pertama, kehadiran dan penarikan pasukan Amerika dari Irak harus berdasarkan batas waktu yang rasional, dan kedua, pemerintah Irak harus mengontrol zona udara negara ini untuk mencegah serangan.

Sekarang meski penarikan 500 tentara Amerika dari Irak sudah diumumkan, namun karena tiga alasan di bawah ini, tujuan kelompok perlawanan Irak masih belum tercapai.

Pertama, penarikan 500 tentara Amerika dari Irak dua bulan mendatang, tidak masuk akal, dan jumlah ini dalam waktu yang lebih singkat dapat ditarik dari Irak. Maka dari itu Amerika bisa saja tidak akan merealisasikan penarikan mundur pasukannya karena kemungkinan besar Donald Trump akan menerima kekalahan dalam pemilu presiden Amerika.

Syeikh Qais Al Khazali

Kedua, tidak ada batas waktu yang jelas dalam proses penarikan pasukan Amerika dari Irak, ketiga, berdasarkan pernyataan Menlu Irak, sisa pasukan Amerika tidak dihitung sebagai militer, tapi sipil dan non-militer.

Padahal dalam lawatan PM Irak ke Amerika, Trump berjanji akan menarik seluruh pasukan Amerika dari Irak dalam waktu tiga tahun.

Oleh karenanya, statemen Menlu Irak menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ada komitmen mengikat sama sekali tentang penarikan pasukan Amerika.

Sepertinya pihak yang menjadi objek perkataan Sekjen Asaib Ahl Al Haq tentang berakhirnya gencatan senjata dengan Amerika adalah pemerintah Baghdad. 

Pasalnya seluruh statemen, dan manuver pejabat pemerintah Irak tidak menunjukkan bahwa tujuan final adalah penarikan seluruh pasukan Amerika dari Irak, tapi dengan penarikan secara terbatas, Baghdad berusaha mengurangi tekanan kelompok perlawanan Irak terutama menjelang pemilu parlemen yang sedianya akan digelar pada Juni 2021 mendatang. (HS)