Sekjen Hizbullah: Saya Siap Bertaruh Nyawa untuk Syahid Soleimani
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i88801-sekjen_hizbullah_saya_siap_bertaruh_nyawa_untuk_syahid_soleimani
Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, Komandan Pasukan Quds, IRGC, Letjend Syahid Qassem Soleimani selalu berada di garda terdepan pertempuran. Menurutnya, Jenderal Soleimani adalah murid madrasah Imam Khomeini, dan ia banyak membantu Lebanon dalam Perang 33 hari.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 30, 2020 10:09 Asia/Jakarta
  • Sayid Nasrullah dan Syahid Soleimani
    Sayid Nasrullah dan Syahid Soleimani

Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, Komandan Pasukan Quds, IRGC, Letjend Syahid Qassem Soleimani selalu berada di garda terdepan pertempuran. Menurutnya, Jenderal Soleimani adalah murid madrasah Imam Khomeini, dan ia banyak membantu Lebanon dalam Perang 33 hari.

Fars News (30/12/2020) melaporkan, Sayid Hassan Nasrullah dalam wawancara dengan Press TV, memperingati setahun gugurnya Jenderal Soleimani menuturkan, saya sudah mengenal Syahid Soleimani sekitar 20 tahun lalu, ia adalah orang yang selalu menemui kawan-kawan seperjuangannya dan mendengar mereka, ia selalu hadir di medan tempur.
 
Sekjen Hizbullah menambahkan, garis perjuangan Syahid Soleimani adalah selalu siap menghadapi bahaya. Kematian selalu mengintai, namun ia selalu berada di garis terdepan mendan perang. Saya selalu menentang sikapnya ini. Kami berulangkali berusaha mengajak Syahid Soleimani ke belakang garis terdepan pertempuran, namun tidak ada satupun dari kami yang berhasil.
 
Sayid Hassan Nasrullah menjelaskan, salah satu nikmat Ilahi dalam hidup saya adalah mengenal Syahid Soleimani, dan bisa bersahabat dengannya. Kapanpun saya siap bertaruh nyawa untuk Syahid Soleimani.
 
"Suatu hari selepas shalat, di benak saya hadir malaikat Izrail yang berkata akan ke Iran untuk mencabut nyawa Qassem Soleimani, namun katanya Tuhan memberi pengecualian dan bisa mengambil nyawa saya sebagai gantinya, sehingga kematian Qassem Soleimani bisa ditangguhkan. Saya berpikir bagaimana menjawab Izrail, lalu saya katakan ambillah nyawa saya dan lupakan Qassem Soleimani," pungkasnya. (HS)