Nasrullah: Insiden terbaru di AS Membuat Sadar Warga atas Bahaya Trump
-
Sekjen Hizbullah Sayid Hasan Nasrullah
Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) menyebut indikasi insiden Kongres Amerika sebagai berbahaya dan mengatakan, rakyat Amerika mulai merasakan ancaman dari kebijakan Trump bagi negara mereka.
"Meski sahabat Amerika di kawasan berusaha keras mencitrakan insiden Rabu (6/1/2021) ketika pendukung Trump menduduki gedung Kongres sebagai hal biasa, tapi peristiwa ini menunjukkan wajah sejati demokrasi yang diklaim Amerika," papar Sayid Hasan Nasrullah dalam sebuah pidatonya Jumat (8/1/2021) malam seperti dilaporkan Iranpress.
Dalam insiden serangan Rabu malam para pendukung Trump ke gedung Kongres Amerika, empat orang dilaporkan meninggal dan puluhan lainnya terluka.
"Amerika terbiasa menciptakan fenomena seperti ini negara lain, namun Trump kini menerapkannya di Amerika sendiri," papar Sayid Hasan Nasrullah.
Seraya mengkritik langkah pemerintah Amerika selama beberapa tahun lalu, termasuk meneror para komandan muqawama, Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, Sayid Hasan mengungkapkan, "Trump adalah contoh mentah dari kesombongan politik dan militer Amerika."
Lebih lanjut di pidatonya, Sayid Hasan Nasrullah menyinggung berkas insiden ledakan di pelabuhan Beirut dan mengatakan bahwa Lebanon harus menyikapi berkas ini sebagai kasus internal dan nasional.
Kepada keluarga korban dan rumah mereka yang rusak akibat insiden ini, Sayid Hasan Nasrullah mengatakan bahwa ia mewakili poros muqawama di Lebanon berjanji akan menindaklanjuti berkas ini.
"Jika Lebanon memiliki nilai penting bagi Amerika dan Eropa, maka mereka tidak akan memblokade dan menjatuhkan sanksi kepada negara ini," ungkap Sayid Hasan Nasrullah seraya menyinggung sikap Barat terhadap Lebanon.
Lebih lanjut sekjen Hizbullah mengatakan, "Yang terpenting bagi AS di Lebanon adalah bagaimana mereka mengupayakan dukungan bagi keberlanjutan eksistensi Israel."
Sayid Hasan Nasrullah juga menunjukkan sikap atas tudingan penyelundupan obat-obatan terlarang kepada Hizbullah oleh sejumlah media dalam dan luar negeri serta mengatakan, tudingan ini tidak berdasar.
Di akhir pidatonya sekjen Hizbullah menolak sejumlah klaim bahwa kubu muqawama ini mensabotase pembentukan kabinet baru di Lebanon. (MF)