Nasrullah: Singgung Bab Tujuh Piagam PBB Sama Halnya Ajak Perang
-
Sekjen Hizbullah Sayid Hasan Nasrullah
Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) Selasa (16/2/2021) malam pada pidatonya memperingati syuhada komandan muqawama Lebanon, menyinggung resistensi Republik Islam Iran melawan represi dan sanksi Amerika Serikat beserta sekutunya.
"Republik Islam Iran selama beberapa tahun terakhir, dengan perlawanan dan resistensi, meraih kemajuan di seluruh sektor, dan berubah menjadi sebuah kekuatan besar di kawasan yang diperhitungkan seluruh negara dunia," kata Sayid Hasan Nasrullah.
Seraya memuji perlawanan Iran terhadap aksi-aksi permusuhan dan sanksi keras Amerika Serikat beserta sekutunya, Sayid Hasan Nasrullah mengingatkan bahwa pengalaman Iran sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979 hingga kini senantiasa menjadi hujjah Ilahi (bukti) yang rasional dan logis bagi seluruh rakyat dunia supaya mereka memahami bahwa dengan kesiagaan, persatuan, ketekunan, perjuangan, pengorbanan, stabilitas dan kontinuitas tindakan, maka mereka akan mampu melindungi persatuan nasional dan bangsa, nilai-nilai agama, nilai nasional dan kemanusiaan, independensi, kedaulatan, sumber daya alam, kebebasan, dan kehormatannya serta memiliki posisi terdepan di kawasan dan dunia. Demikian dilaporkan IRNA.
Sekjen Hizbullah juga mengisyaratkan kebangkitan rakyat Bahrain dalam menentang rezim Al Khalifa dan mengatakan, rakyat Bahrain yang dipimpin Syeikh Isa Qassim telah memberikan pengorbanan besar untuk merealisasikan kebebasan.
Sayid Hasan Nasrullah juga memuji rakyat Bahrain khususnya Ayatullah Syeikh Isa Qassim. Ia menuturkan, rakyat tertindas Bahrain memulai kebangkitannya dengan cara damai untuk menuntut hak legalnya, dan mereka telah menyumbangkan syuhada serta korban luka, ditambah ribuan orang lainnya yang ditahan di penjara rezim Bahrain, dan sampai kini mereka tidak meninggalkan gerakan damainya.
Sekjen Hizbullah juga mengisyaratkan transformasi Lebanon serta mengkritik sikap sejumlah pihak internasional di kasus Beirut.
"Segala bentuk pembicaraan mengenai resolusi internasional di bawah Bab VII Piagam PBB terkait pemerintah Lebanon, sama halnya mengajak perang, dan membawa isu Lebanon ke tingkat internasional bertentangan dengan kedaulatan nasional serta bisa jadi merupakan alasan untuk penjajahan baru," tegas Sayid Hasan Nasrullah. (MF)