Situasi Kemanusiaan di Gaza Mulai Memprihatinkan
-
Ilustrasi anak-anak Gaza.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, menyatakan keprihatinan atas keterbatasan akses air minum bagi warga Gaza karena pemadaman listrik.
Stephane Dujarric, seperti dilansir kantor berita IRIB, Sabtu (15/5/2021), mengatakan cadangan bahan bakar di Gaza telah menipis dan wilayah ini menghadapi pemadaman listrik setiap hari selama 8 hingga 12 jam.
“230 ribu orang di Khan Younis, Gaza, memiliki akses terbatas ke air minum karena pemadaman listrik dan kerusakan jaringan pasokan air,” tambahnya.
Menurut Dujarric, eskalasi militer yang sedang berlangsung telah menyebabkan penderitaan dan kehancuran yang besar. Ini telah merenggut banyak nyawa warga sipil, termasuk banyak anak-anak.
Lebih dari 12 ribu warga Gaza mengungsi di sekolah-sekolah yang dioperasikan oleh Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Dana untuk bantuan kemanusiaan Palestina hanya tersedia sebesar 29 persen.
Seorang pejabat Tel Aviv berkata kepada surat kabar Times of Israel bahwa pembangkit listrik Gaza akan kehabisan bahan bakar pada hari Minggu. Warga Gaza akan menghadapi banyak kendala termasuk untuk pemenuhan air bersih. (RM)