AS Terus Pasok Senjata ke Arab Saudi
-
Senjata dan rudal buatan Amerika Serikat.
Data dari Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa pengiriman senjata Amerika ke Arab Saudi terus berlanjut meskipun Presiden Joe Biden mengaku telah menghentikan dukungannya terhadap perang Yaman.
Data dari Departemen Pertahanan AS, yang dikutip oleh MintPress News, Minggu (21/11/2021) mengungkapkan aliran senjata AS yang terus berlanjut ke Saudi sejak dimulainya agresi di Yaman.
Sebuah penyelidikan menunjukkan kontrak senjata senilai sekitar 28,4 miliar dolar ditandatangani sejak Maret 2015, termasuk sekitar 20 kontrak yang disetujui oleh pemerintahan Biden tahun ini, senilai 1,2 miliar dolar.
Arab Saudi menghabiskan sekitar 34 miliar dolar untuk membeli senjata dari pihak lain pada periode yang sama. Dengan demikian, belanja militer Saudi dari perusahaan AS diperkirakan mencapai 63 miliar dolar sejak agresinya di Yaman.
Baru-baru ini, tiga anggota Senat AS, Rand Paul, Mike Lee, dan Bernie Sanders, menyatakan sekelompok senator menentang penandatanganan kesepakatan senjata pemerintahan Biden dengan Riyadh.
Patut dicatat bahwa kesepakatan itu, yang telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS, mencakup 280 rudal canggih udara-ke-udara jarak menengah AIM-120C-7/C-8 dan 596 peluncur rudal serta amunisi lain.
Penjualan juga termasuk peralatan pendukung, suku cadang, dan dukungan teknik dan teknis yang disediakan oleh pemerintah dan kontraktor AS.
Pada 4 Februari 2021, Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa ia telah menghentikan dukungan AS untuk perang Saudi di Yaman. (RM)