Turki akan Bayar Gas Rusia dengan Rubel
Berdasarkan kesepakatan antara presiden Rusia dan Turki, biaya 25 persen dari ekspor gas Rusia ke Turki akan dibayarkan dalam rubel.
Pada hari-hari awal konflik militer Rusia dengan Ukraina, nilai tukar rubel turun tajam,hingga 150 rubel per dolar pada awal Maret, tetapi kemudian nilainya merangkak bahkan melesat hampir dua kali lipat.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) hari Jumat (16/9/2022) menyepakati pembayaran 25 persen dari ekspor gas Rusia ke Turki menggunakan mata uang nasional Rusia, Rubel.
Dalam pertemuan ini, Putin juga mengapresiasi peran Turki dalam mencapai kesepakatan transfer gandum dari Ukraina ke pasar dunia, dan berharap kesepakatan ini mengarah pada pengiriman gandum ke negara-negara miskin.
Presiden Rusia juga menyampaikan harapan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu di Turki akan rampung pada 2023.
Dia menambahkan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan Turki di segala bidang dan menghargai peran aktif Ankara di Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Putin juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan Rusia telah menerima sinyal untuk mengekspor produk mereka melalui Turki.
KTT negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai diadakan pada hari Jumat di bawah kepemimpinan Presiden Uzbekistan Shavkat Miromonovich Mirziyoyev di kota Samarkand.(PH)