Financial Times: Krisis Energi Eropa akan Berlanjut Bertahun-Tahun
https://parstoday.ir/id/news/world-i134212-financial_times_krisis_energi_eropa_akan_berlanjut_bertahun_tahun
Financial Times dalam sebuah laporann menyebutkan bahwa krisis gas di Eropa akan berlanjut selama bertahun-tahun.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Nov 26, 2022 14:00 Asia/Jakarta
  • Financial Times: Krisis Energi Eropa akan Berlanjut Bertahun-Tahun

Financial Times dalam sebuah laporann menyebutkan bahwa krisis gas di Eropa akan berlanjut selama bertahun-tahun.

Orang-orang Eropa masih menghadapi krisis energi selam bertahun-tahun mendatang, karena konsekuensi dari sanksi Barat dan AS terhadap Rusia.

Financial Times dalam laporan hari Jumat (25/11/2022) mengungkapkan bahwa pada musim gugur di Eropa tahun ini yang tidak terlalu dingin, negara-negara Eropa tidak dapat mengisi cadangan gas mereka, sehingga memicu kekhawatiran tentang ketersediaan cadangan energi  yang memadai untuk musim dingin mendatang.

Sid Bambawale, Kepala LNG (Asia), Vitol hari Jumat mengatakan, "Meskipun menghabiskan ratusan miliar euro untuk memastikan penyimpanan gas musim dingin dan dukungan untuk rumah tangga dan pekerjaan yang  menekan anggaran publik serta peningkatan biaya rumah tangga dan bisnis, tapi kemungkinan krisis energi akan berlanjut tahun depan,".

Kekhawatiran telah meningkat dengan peringatan baru Gazprom, yang mengumumkan akan mengurangi pasokan gasnya ke Eropa melalui Ukraina mulai 28 November.

Russell Hardy, Direktur Eksekutif Vitol, mengatakan harga bensin harus tetap cukup tinggi untuk menekan permintaan bahan bakar di musim panas.

Harga gas Eropa rata-rata 2 euro permegawatt, yang meningkat lebih dari empat kali rata-rata dekade yang lalu.

Seorang analis pasar gas Eropa di ICIS Consulting Company, menunjukkan bahwa Eropa hanya dapat mengisi cadangan gasnya di musim dingin berikutnya, dan ini akan menjadi tingkat terendah sejak tahun 2016.(PH)