Penentangan Keras Rusia atas Keterlibatan NATO di Suriah
Alexander Grushko, Wakil tetap Rusia di Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO, Kamis (30/6) mengatakan, Moskow menentang segala bentuk operasi militer NATO di wilayah Suriah.
Wakil Rusia di NATO menerangkan, hanya Rusia yang terjun dalam masalah ini berdasarkan standar internasional dan atas persetujuan pemerintah Suriah.
Menurutnya, Rusia terlibat aktif di Suriah dalam kerangka kerja sama dengan pemerintahan sah Damaskus, dan patroli udara NATO di wilayah-wilayah sekitar perbatasan Suriah, juga harus berdasarkan kesepakatan lembaga itu dengan Rusia guna mencegah terjadinya insiden di udara.
Surat kabar Amerika Serikat, Washington Post menulis, pemerintahan Barack Obama, Presiden Amerika sudah menyampaikan sebuah program kerja sama dengan Rusia terkait krisis Suriah. Dalam draf usulan Amerika kepada Rusia itu, Washington mendesak perluasan kerja sama militer dua negara untuk melancarkan serangan-serangan udara atas posisi-posisi teroris di Suriah.
Koran Amerika itu mengutip salah satu sumber terpercaya di Gedung Putih dan mengatakan, dalam program usulan Amerika yang disampaikan kepada Rusia hari Senin lalu itu, disebukan soal pembagian wilayah teroris di antara kedua negara dan koordinasi pemboman terhadap kelompok teroris Takfiri, Front Al Nusra.
Menurut keterangan Washington Post, draf tersebut mendapat dukungan dari John Kerry, Menteri Luar Negeri Amerika dan pengesahan dari Obama. Sebaliknya Amerika, katanya, meminta Rusia untuk menekan pemerintah Suriah agar menghentikan serangan udara terhadap posisi-posisi kelompok pemberontak yang menurut Washington bukan teroris.
Pemerintah Amerika, dengan memperhatikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam mengidentifikasi kelompok pemberontak dan kesulitan membedakan Front Al Nusra dengan kelompok-kelompok yang lain, mengusulkan agar pasukan Suriah dilarang memasuki seluruh wilayah geografis negara itu.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengaku siap untuk mengkaji program usulan Amerika itu sebelum dicapai kesepakatan kerja sama militer dua pihak. Kemenlu Rusia mengaku, draf usulan Amerika itu belum disampaikan secara resmi kepada Moskow.
Sergei Ryabkov, Deputi Menlu Rusia, Kamis (30/6) terkait tersiarnya pemberitaan soal upaya Washington menyampaikan draf usulan kepada Moskow untuk meningkatkan kerja sama militer di Suriah mengatakan, sampai sekarang draf usulan tersebut belum disampaikan kepada kami dan jika sudah sampai ke tangan kami, maka draf tersebut akan dikaji secara seksama.
Ryabkov mengaku, kerja sama luas menumpas terorisme, menjadi perhatian serius Rusia.
"Moskow dalam setiap pemebicaraan dengan Amerika, sejak lama mendesak diambilnya langkah-langkah semacam ini, namun Amerika tidak memberikan jawaban memuaskan atas permintaan Rusia tersebut," ujarnya.
Kemenlu Amerika, Kamis (30/6) menghindar untuk berkomentar tentang negosiasi diplomatik yang tengah berlangsung dengan Rusia.
Rusia, sejak dimulainya operasi udara terhadap posisi-posisi kelompok teroris di Suriah, September 2015, mendesak Amerika untuk bekerjasama. Vladimir Putin, Presiden Rusia juga meminta pembentukan sebuah koalisi luas melawan terorisme dan menekankan urgensi dijalinnya kontak teratur di antara Kemenhan dua negara. (HS)