Turki Ingin Memulai Awal yang Baru dengan Rusia
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, Turki dan Rusia harus melihat ke depan dan mengambil pelajaran dari masa lalu.
Seperti dilansir kantor berita Anadolu, Jumat (1/7/2017), Cavusoglu menambahkan bahwa hubungan antara Ankara dan Moskow tidak akan didasarkan pada kompetisi, tetapi pada persahabatan dan kerjasama.
"Pandangan kami adalah bahwa bangsa Turki dan Rusia harus melihat ke depan dengan mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu," tandasnya.
"Keinginan tulus kami adalah bahwa kita harus memenuhi harapan ini, kita harus membangun masa depan bersama dan kami harus membuat awal yang baru," kata Cavusoglu.
"Kami percaya bahwa kedua negara memiliki banyak institusi dasar yang diperlukan, ekonomi dan sosial budaya," ujarnya.
Hubungan antara kedua negara memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah Turki menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia pada November 2015.
Presiden Vladimir Putin pada hari Kamis, mengeluarkan instruksi pembatalan larangan kunjungan turis Rusia ke Turki dan juga perintah untuk memulai perundingan terkait penghapusan sanksi Moskow terhadap Ankara.
Menurut pernyataan Kremlin, Putin telah menandatangani sebuah dokumen yang memungkinkan pemerintah Rusia untuk memulai kembali hubungan ekonomi dengan Turki, yang terhenti akibat sanksi sejak 28 Desember 2015.
Langkah ini diambil setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengirim surat permintaan maaf kepada pemerintah Rusia atas peristiwa penembakan jet tempur Su-24 oleh militer Turki. (RM)