Times: Perbudakan Modern Masih Berlangsung di Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/world-i136308-times_perbudakan_modern_masih_berlangsung_di_arab_saudi
Sebuah majalah Inggris melaporkan bahwa meski ada peringatan dari berbagai lembaga internasional, sampai saat ini masih ada perbudakan modern di Arab Saudi.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Des 27, 2022 16:19 Asia/Jakarta
  • Perbudakan modern (ilustrasi)
    Perbudakan modern (ilustrasi)

Sebuah majalah Inggris melaporkan bahwa meski ada peringatan dari berbagai lembaga internasional, sampai saat ini masih ada perbudakan modern di Arab Saudi.

Di bulan September Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di PBB melaporkan bahwa di tahun 2021, sedikitnya 50 juta orang di seluruh dunia hidup dalam perbudakan modern, dan di antara jumlah tersebut, 28 juta melakukan kerja paksa, dan 22 juta lainnya kawin paksa.

Menurut laporan ISNA Selasa (27/12/2022), Majalah Times Inggris di laporannya seraya mengisyaratkan adanya perbudakan modern, kerja paksa dan pelecehan seksual di Arab Saudi, menulis, sebagian pedagang manusia di Arab Saudi memukuli pekerjanya untuk menghukum mereka dan mengharapkan mereka bekerja 24 jam sehari hanya dengan gaji 6 dolar.

Di laporan Times disebutkan, sekitar empat juta pria dan wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, petani atau supir, sampai saat ini tidak bebas dan memiliki pembatasan, karena majikannya menyita paspor mereka.

Oleh karena itu, di Arab Saudi, pekerja asing entah bagaimana berada di bawah sponsor majikan mereka, sedemikian rupa sehingga warga negara Saudi memiliki hak atas pekerja tersebut dan harus menentukan jenis kontrak dan ketentuan visanya.

Pemerintah Arab Saudi di tahun 2021 menyatakan bahwa sistem ini telah direvisi dalam koridor ufuk strategis 2030 Arab Saudi, dan hak-hak seperti membuka rekening bank, perubahan profesi kerja dan meninggalkan negara ini tanpa ijin telah dijamin bagi para pekerja asing. Tapi menurut laporan Majalah Times, hak-hak ini hanya terealisasi bagi pekerja di sektor swasta seperti gas dan minyak. (MF)