Menlu Rusia: Dedolarisasi Bergulir Semakin Kencang
Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa proses dedolarisasi dalam transaksi perdagangan dengan negara mitra yang semakin bergulir kencang dari hari ke hari.
Proses de-dolarisasi di dunia semakin cepat sejak pemerintahan Presiden AS Joe Biden memutuskan untuk menjatuhkan sanksi ekstensif terhadap Rusia dengan dalih perang Ukraina.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov hari Senin (29/5/2023) malam mengatakan bahwa Moskow akan meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam pertukaran dengan mitranya.
"Proses penggunaan mata uang nasional dalam penyelesaian rekening Rusia dan negara mitra akan dipercepat," ujar Lavrov.
"Tren ini berlaku tidak hanya di Afrika, tetapi juga di Amerika Latin dan mitra-mitra kami di Asia, termasuk Iran, India, dan Cina," tegasnya.
Menteri Luar Negeri Rusia juga menyinggung gagasan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva tentang fokus pada pengembangan mekanisme pembayaran yang tidak berdasarkan dolar atau euro,
"Berdasarkan keputusan dan kesepakatan yang akan dibuat di masa depan, termasuk dalam kerangka Bank Pembangunan BRICS yang baru, proses penggunaan mata uang alternatif dolar dan euro juga akan direalisasikan," papar Menlu Rusia.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Rusia juga mengatakan bahwa transaksi perdagangan antara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) hampir seluruhnya dilakukan dengan menggunakan mata uang nasional.
Menurut pejabat Rusia ini, pangsa mata uang nasional dalam transaksi antara anggota telah mencapai 90 persen pada bulan Maret tahun ini.(PH)