Rusia Tangguhkan Perjanjian Biji-Bijian dengan Ukraina
Istana Kremlin mengumumkan penangguhan perjanjian biji-bijian dengan Ukraina untuk memfasilitasi ekspor melalui pelabuhan Laut Hitam.
Menurut kantor berita Sputnik, Dmitry Peskov, Juru Bicara Istana Kremlin saat mengumumkan penangguhan implementasi perjanjian biji-bijian dengan Ukraina hari Senin (17/7/2023) mengumumkan bahwa Rusia akan kembali ke perjanjian ketika kepatuhan pada bagian kedua dari perjanjian kesepakatan dilaksanakan.
"Bagian ini mengharuskan Barat untuk menghapus pembatasan ekspor pertanian dan pupuk," kata Peskov.
Pada Juni 2022, Rusia dan Ukraina dengan mediasi Turki dan kerja sama PBB menandatangani perjanjian Koridor Gandum untuk mengurangi dampak perang kedua negara terhadap harga pangan global, terutama untuk memasok biji-bijian yang dibutuhkan oleh sejumlah negara pengimpor.
Kontrak ini pertama kali ditandatangani selama enam bulan dan diperpanjang dalam tiga periode berturut-turut selama dua bulan, dan batas waktu perpanjangan dua bulan ketiga dari kontrak ini berakhir hari ini.
Selama dua bulan terakhir, pemerintah Turki mencoba memperbarui kontrak ini, namun Rusia menangguhkan perpanjangannya karena menilai penerapan perjanjian ini tidak sesuai dengan yang diinginkan Moskow.(PH)