Putin: Serangan Pasukan Ukraina di Zaporizhzhia Gagal
https://parstoday.ir/id/news/world-i150400-putin_serangan_pasukan_ukraina_di_zaporizhzhia_gagal
Presiden Rusia mengumumkan intensifikasi bentrokan antara angkatan bersenjata negaranya dan Ukraina di wilayah Zaporizhzhia, dan menyatakan bahwa serangan pasukan militer Ukraina di wilayah ini tidak berhasil.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 28, 2023 10:30 Asia/Jakarta
  • Putin: Serangan Pasukan Ukraina di Zaporizhzhia Gagal

Presiden Rusia mengumumkan intensifikasi bentrokan antara angkatan bersenjata negaranya dan Ukraina di wilayah Zaporizhzhia, dan menyatakan bahwa serangan pasukan militer Ukraina di wilayah ini tidak berhasil.

Lebih dari setahun telah berlalu sejak perang antara Rusia dan Ukraina meletus. Perang ini dimulai karena NATO mengabaikan masalah keamanan Rusia, dan Moskow berupaya melucuti senjata Kyiv.

Jenderal Igor Konashenkov, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Rabu malam mengumumkan bahwa serangan besar-besaran oleh tank-tank tentara Ukraina di wilayah Zaporizhzhia dan kematian lebih dari seratus tentara Ukraina akibat serangan pasukan Rusia.

"Pasukan Rusia dalam pertempuran ini berhasil menghancurkan 22 tank, 10 pengangkut personel lapis baja dan satu kendaraan lapis baja , serta menghancurkan pasukan Ukraina dan berhasil mempertahankan posisi mereka," jubir kemenhan Rusia

Vladimir Putin dalam konferensi pers di sela-sela Forum Ekonomi dan Kemanusiaan Rusia-Afrika kedua di St. Petersburg hari Kamis (27/7/2023) mengatakan, "Serangan balasan besar-besaran Ukraina ini dimulai pada 4 Juli, tetapi semua upaya mereka tidak berhasil dan pasukan Ukraina dipukul mundur dengan kerugian besar."

"Korban dari pasukan Ukraina sangat tinggi sekitar lebih dari 200 orang. Rusia juga mengalami korban jiwa, tetapi jumlahnya tidak besar yang lebih rendah 10 kali dari Ukraina," ujar Putin.

Terlepas dari propaganda yang meluas dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan negara-negara Eropa dan Amerika tentang pengiriman bantuan militer ekstensif ke Ukraina, para analis dan ahli militer percaya bahwa senjata ini hampir tidak berfungsi menghadapi pasukan Rusia.

Pakar keamanan Belgia Pierre Enro baru-baru ini mengungkapkan, "Negara-negara anggota NATO menjual senjata usang ke Ukraina untuk menggantikannya dengan peralatan yang lebih modern di pasukan mereka,".

"Prancis dan Jerman telah mengirimkan senjata susang ke Kyiv, yang hampir tidak dapat digunakan," tegasnya.

Negara-negara Barat juga telah memasok senjata modern ke Ukraina, meskipun sebagian besar berupa senjata ringan dan anti-personil.(PH)