Menlu OKI Gelar Sidang Bahas Penistaan Al-Qur'an
Para menteri luar negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengadakan pertemuan daring untuk membahas penistaan Al-Quran di Swedia dan Denmark.
Salwan Momika, seorang pengungsi Irak yang membakar Al-Qur'an di depan masjid Stockholm di bawah perlindungan polisi Swedia pada 28 Juni, kembali melakukan aksi penistaan terhadap Al Quran dengan menginjak-injak kitab suci Umat Islam yang dilakukan bersamaan dengan aksinya membakar bendera Irak di depan kedutaan Irak di Stockholm.
Pada tanggal 21 Juli, anggota kelompok anti-Islam dan ekstremis di Denmark, Danske Patrioter membakar Al Quran di depan kedutaan Irak di Kopenhagen.
Situs Al-Shoruk News melaporkan, para menteri luar negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam hari Senin (31/7/2023) mengadakan pertemuan daring untuk meninjau kembali tindakan penistaan terhadap Al-Qur'an di Swedia dan Denmark.
Dalam pertemuan virtual ini, Organisasi Kerja Sama Islam akan mengambil keputusan menyikapi peningkatan Islamofobia di Eropa dan adopsi posisi bersama oleh negara-negara anggota organisasi terhadap serangan ofensif ini.
Pekan lalu, Organisasi Kerja Sama Islam menangguhkan kegiatan perwakilan Kerajaan Swedia dalam organisasi ini karena penodaan Al-Qur'an di Stockholm.
Menyusul penghinaan terhadap Al-Qur'an, negara-negara Islam dan organisasi keagamaan internasional dan hak asasi manusia mengutuk tindakan penghinaan tersebut, dan menuntut untuk tidak mengulangi tindakan penistaan terhadap nilai-nilai keagamaan yang dihormati oleh pemeluknya.(PH)