UNRWA: Perang Media Berusaha Menghancurkan Lembaga Pendukung Pengungsi Palestina
-
UNRWA
Pars Today - Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan bahwa selama dua tahun terakhir mereka telah menjadi target kampanye perang media dan disinformasi terorganisir untuk melemahkan dan membubarkannya.
UNRWA memperingatkan bahwa pembubaran lembaga internasional ini akan memperburuk krisis kemanusiaan pengungsi Palestina dan membuat mereka kehilangan tempat tinggal.
Dalam sebuah pernyataan, UNRWA menekankan bahwa rumor tentang peran lembaga itu dalam kelanjutan pengungsian Palestina adalah penyimpangan yang jelas. Karena pengungsian hanya dapat diakhiri dengan solusi politik yang adil, bukan dengan menghilangkan lembaga-lembaga bantuan. Pembubaran UNRWA berarti merampas ratusan ribu pengungsi, terutama penghuni kamp, dari layanan vital seperti pendidikan dan kesehatan, yang tidak ada alternatifnya.
Badan PBB ini menyatakan bahwa solusi sebenarnya bukan terletak pada pembubaran tetapi pada investasi serius dalam perdamaian dan pembentukan lembaga-lembaga Palestina yang kuat.
Didirikan berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB pada tahun 1949, UNRWA menyediakan layanannya di Yordania, Suriah, Lebanon, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.
Pernyataan itu melanjutkan dengan menyatakan bahwa selama perang baru-baru ini terhadap Gaza, UNRWA mengalami tekanan dan pembatasan yang luas oleh rezim Israel, dan sejumlah besar pusat, sekolah, dan fasilitas kesehatannya, yang banyak di antaranya telah menjadi tempat penampungan pengungsi, diserang.
Selain itu, pada tahun 2024, Knesset Israel mengesahkan undang-undang yang melarang kegiatan UNRWA dan membatalkan perjanjian kerja sama bilateral tahun 1967. Selanjutnya, pasukan rezim menyerbu markas UNRWA di Quds yang diduduki, menyita asetnya, dan mengganti bendera PBB dengan bendera mereka sendiri.
Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini, merujuk pada pelanggaran kekebalan PBB oleh rezim Zionis, mengumumkan bahwa selama dua tahun terakhir, lebih dari 380 staf badan ini telah gugur di Gaza dan lebih dari 300 fasilitasnya telah rusak atau hancur.
Lazzarini menekankan bahwa bantuan kemanusiaan UNRWA terus-menerus menjadi sasaran serangan dan rezim pendudukan juga telah menghalangi masuknya bantuan ke Gaza dengan mendirikan penghalang.(sl)