Mengapa AS Meningkatkan Kondisi Perang terhadap Venezuela?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182898-mengapa_as_meningkatkan_kondisi_perang_terhadap_venezuela
Pars Today – Amerika Serikat kembali memperkuat kehadiran militernya di Laut Karibia.
(last modified 2025-12-24T11:04:49+00:00 )
Des 24, 2025 18:01 Asia/Jakarta
  • Mengapa AS Meningkatkan Kondisi Perang terhadap Venezuela?

Pars Today – Amerika Serikat kembali memperkuat kehadiran militernya di Laut Karibia.

Menurut laporan Pars Today, Amerika Serikat pada pekan ini telah mengirim lebih banyak pesawat bersama dengan peralatan militer lainnya ke Karibia untuk memperluas opsi militernya di kawasan tersebut .

 

Seorang pejabat Amerika menyatakan bahwa sedikitnya 10 pesawat CV-22, yang digunakan oleh pasukan khusus, telah berangkat dari pangkalan Angkatan Udara di negara bagian New Mexico menuju kawasan itu. Selain itu, pesawat angkut C-17 dari pangkalan udara Fort Stewart dan Fort Campbell telah tiba di Puerto Rico.

 

Amerika Serikat dengan memperkuat kehadiran militernya di Karibia berupaya melumpuhkan ekspor minyak Venezuela dan meningkatkan tekanan politik terhadap Maduro. Sebagai tanggapan, Venezuela melalui pengesahan “Undang-Undang Anti-Pembajakan dan Blokade” berusaha menciptakan legitimasi hukum untuk menghadapi tindakan Washington sekaligus memperkuat persatuan internal.

 

Situasi ini menandai masuknya krisis Venezuela ke tahap baru; sebuah tahap di mana konfrontasi langsung, baik militer maupun hukum, antara kedua pihak semakin mungkin terjadi.

 

Pada kenyataannya, penguatan kehadiran militer Amerika Serikat di Laut Karibia tidak dapat dianggap sebagai tindakan biasa atau sekadar bagian dari prosedur standar militer, melainkan harus dianalisis dalam kerangka kebijakan hegemonik dan intervensi Washington di Amerika Latin.

 

Amerika Serikat sepanjang sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa setiap kali kepentingan ekonomi dan geopolitiknya terancam, ia dengan cepat melakukan demonstrasi kekuatan militer untuk menakut-nakuti negara-negara independen di kawasan serta mengirimkan pesan yang jelas kepada para penentangnya di tingkat global.

 

Meskipun pada awalnya Amerika Serikat dengan mengajukan klaim memerangi perdagangan narkotika berusaha menipu opini publik dan menyajikan tindakan agresifnya dalam bentuk misi kemanusiaan, kini secara resmi telah menyingkap kebijakannya: melemahkan pemerintahan Maduro dan menyiapkan kondisi untuk menggulingkannya.

 

Sumber energi Venezuela merupakan salah satu motivasi terpenting Amerika Serikat dalam situasi saat ini. Negara ini adalah salah satu pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, dan independensi politik Venezuela dalam mengelola sumber energinya selalu memicu kemarahan Washington. Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun berupaya mengendalikan pasar energi dan menjamin akses mudah ke sumber minyak murah, memandang pemerintahan Venezuela sebagai hambatan serius terhadap tujuan tersebut.

 

Oleh karena itu, setiap kali Caracas mengambil kebijakan yang lebih independen, Amerika Serikat merespons dengan sanksi, tekanan diplomatik, bahkan ancaman militer. Kini, peningkatan kehadiran militer di Karibia harus dipandang sebagai bagian dari strategi tersebut; sebuah strategi yang tujuan akhirnya adalah perubahan rezim di Venezuela dan penggantian pemerintahan dengan yang patuh serta bergantung pada Washington.

 

Trump secara terbuka menyatakan bahwa ia telah membentuk armada besar di kawasan tersebut dan bahkan berbicara mengenai kemungkinan dimulainya operasi darat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak hanya berupaya melakukan blokade laut dan tekanan ekonomi, tetapi juga menempatkan skenario serangan militer langsung dalam agenda. Ancaman semacam ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang selama ini diikuti Washington terhadap banyak negara independen di dunia; kebijakan yang didasarkan pada kekuatan militer dan pengabaian terhadap hukum internasional.

 

Di tengah situasi ini, Venezuela meskipun menghadapi tekanan ekonomi yang berat, sanksi luas, dan ancaman militer, tetap teguh mempertahankan independensi politiknya. Pemerintahan Maduro berulang kali menegaskan bahwa tuduhan Amerika Serikat mengenai perdagangan narkotika tidak berdasar, dan tujuan utama Washington dari propaganda tersebut adalah menciptakan landasan bagi intervensi militer. Caracas menyebut langkah-langkah ini sebagai ancaman terbesar terhadap benua dalam satu abad terakhir dan memperingatkan bahwa rakyat Venezuela siap membela negaranya.

 

Sebagai bagian dari respons, Venezuela telah mengesahkan Undang-Undang Anti-Pembajakan dan Blokade yang memiliki dampak penting bagi kondisi internal dan eksternal negara tersebut. Dari satu sisi, undang-undang ini memberikan alat hukum dan politik kepada pemerintahan Maduro untuk menampilkan tindakan Amerika Serikat dan sekutunya sebagai pelanggaran terhadap kebebasan pelayaran dan perdagangan, serta memperoleh legitimasi lebih besar dalam menghadapi sanksi dan blokade laut. Dari sisi lain, undang-undang ini memperkuat persatuan internal karena memungkinkan penindakan terhadap oposisi atau kelompok yang dituduh bekerja sama dengan kebijakan Washington. Selain itu, undang-undang ini mengirimkan pesan jelas kepada komunitas internasional dan sekutu Venezuela bahwa Caracas berniat mempertahankan perdagangan minyaknya dengan instrumen hukum.

 

Sikap dan tindakan Venezuela menunjukkan bahwa negara ini tidak berniat mundur di hadapan tekanan Amerika Serikat, dan dengan mengerahkan kekuatan rakyat serta militer, siap menghadapi setiap kemungkinan agresi. Pemerintahan Maduro berulang kali menegaskan bahwa independensi politik dan hak menentukan nasib rakyat Venezuela tidak dapat ditawar, dan tidak ada kekuatan asing yang berhak mencampuri urusan internal negara ini. Sikap ini mencerminkan tekad serius Caracas untuk melawan kebijakan hegemonik Washington.

 

Meskipun Venezuela berada dalam kondisi sulit, tekad rakyat dan pemerintah negara tersebut untuk mempertahankan kemerdekaan mereka dapat menghalangi tercapainya tujuan Amerika Serikat. Pertarungan ini tidak hanya menentukan nasib Venezuela, tetapi juga masa depan seluruh Amerika Latin. Perlawanan terhadap kebijakan agresif Amerika Serikat merupakan tugas historis yang dipikul oleh bangsa-bangsa kawasan, dan hasilnya dapat mengubah arah masa depan hubungan internasional. (MF)