Tiongkok Jatuhkan Sanksi terhadap Individu dan Perusahaan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i183118-tiongkok_jatuhkan_sanksi_terhadap_individu_dan_perusahaan_amerika
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Tiongkok menjatuhkan sanksi terhadap 10 individu dan 20 perusahaan militer Amerika Serikat terkait penjualan senjata ke Taiwan.
(last modified 2025-12-28T11:39:43+00:00 )
Des 28, 2025 18:38 Asia/Jakarta
  • Tiongkok Jatuhkan Sanksi terhadap Individu dan Perusahaan Amerika

Pars Today - Kementerian Luar Negeri Tiongkok menjatuhkan sanksi terhadap 10 individu dan 20 perusahaan militer Amerika Serikat terkait penjualan senjata ke Taiwan.

Tiongkok menyatakan bahwa aset perusahaan dan individu tersebut di wilayahnya dibekukan, serta perusahaan dan warga Tiongkok dilarang bekerja sama dengan mereka. Selain itu, perjalanan individu yang dikenai sanksi ke Tiongkok juga dilarang.

 

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Telesur, pendiri perusahaan militer Anduril, Northrop Grumman Systems, L3Harris Maritime Services, serta salah satu anak perusahaan Boeing Amerika termasuk di antara pihak yang dikenai sanksi oleh Tiongkok.

 

Sanksi ini diumumkan setelah Washington menyatakan akan menjual senjata senilai 11,1 miliar dolar AS ke Taiwan. Penjualan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah hubungan Amerika–Taiwan dan memicu reaksi keras dari Beijing. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah meminta Amerika Serikat menghentikan upaya “berbahaya” untuk mempersenjatai Taiwan. Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan secara konsisten menentang penjualan senjata AS ke pulau tersebut.

 

Kesepakatan Gencatan Senjata Thailand–Kamboja

 

Dalam berita lain, pada pertemuan dan pembicaraan antara Menteri Pertahanan Thailand dan Kamboja yang berlangsung pada 27 Desember 2025, kedua pihak sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata.

 

Thailand dan Kamboja telah lama berselisih mengenai perbatasan sepanjang 817 kilometer yang ditetapkan pada masa kolonial. Ketegangan ini akhirnya memicu bentrokan militer pada 24 Juli.

 

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada 28 Juli menjadi tuan rumah pertemuan antara pejabat Thailand dan Kamboja yang berhasil meredakan ketegangan di sepanjang perbatasan kedua negara.

 

Akhirnya, “Perjanjian Damai” antara Thailand dan Kamboja ditandatangani dalam Konferensi ASEAN ke-47 dengan kehadiran Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (MF)