The National Interest: Cek Kosong Militer AS untuk Israel Harus Diakhiri
Pars Today – Pusat Media dan Analisis “National Interest” Amerika menekankan bahwa pemerintah Amerika Serikat harus menangguhkan bantuan militer kepada rezim Zionis sebelum membuat komitmen finansial baru.
Beberapa hari setelah pertemuan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, dengan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, di Mar-a-Lago, isu kemungkinan pemberian komitmen bantuan militer 20 tahun dari Washington kepada Tel Aviv mulai dibahas di sejumlah kalangan dan media Amerika. Komitmen ini dapat menggantikan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) yang berlaku saat ini dan akan berakhir pada tahun 2028.
Menurut laporan Pars Today, National Interest dalam laporannya menulis bahwa pemerintah Amerika harus menangguhkan bantuan militer kepada Israel dan menjadikannya sebagai alat untuk menghentikan pelanggaran gencatan senjata, mengakhiri serangan militer, serta mencegah keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik regional baru.
Pusat analisis tersebut menambahkan bahwa opini publik dan Kongres Amerika harus menekan pemerintah secara serius agar menolak perpanjangan atau perluasan nota kesepahaman tersebut. Dengan mempertimbangkan tindakan Israel dalam dua tahun terakhir, Tel Aviv tidak seharusnya menerima bantuan militer apa pun dari Amerika Serikat, apalagi sebuah komitmen 20 tahun. Kesepakatan baru dan jangka panjang mengenai bantuan militer pada praktiknya akan dianggap sebagai legitimasi atas tindakan kriminal Israel di Gaza serta kelanjutan agresinya di Tepi Barat dan kawasan yang lebih luas.
Menurut laporan, arus senjata yang disediakan oleh para pembayar pajak Amerika sejak dimulainya genosida di Gaza pada Oktober 2023 telah memungkinkan Israel melakukan apa yang oleh banyak pakar independen disebut sebagai genosida di Gaza, yang menimbulkan korban manusia yang menghancurkan.
National Interest menegaskan bahwa tingkat operasi militer ini tidak mungkin terjadi tanpa bantuan Amerika Serikat. Seluruh armada pesawat tempur Israel terdiri dari jet F-15, F-16, dan F-35 buatan Amerika, dan sejak awal serangan ke Gaza, Amerika Serikat telah memasok puluhan ribu bom dan rudal kepada Israel. Padahal, baik pemerintahan Biden maupun Trump bisa kapan saja menghentikan pembantaian dengan memutus bantuan, perawatan, dan suku cadang mesin militer Israel. Sebaliknya, kedua pemerintahan tersebut lebih memilih berhenti pada kritik verbal daripada mengambil tindakan nyata.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa Kongres dan opini publik harus menekan pemerintah secara serius untuk mengakhiri “cek kosong” militer Amerika bagi Israel, dengan memblokir setiap kesepakatan jangka panjang dan menangguhkan dukungan persenjataan yang ada, sehingga pembunuhan warga Palestina oleh Israel dapat dihentikan. (MF)