Menlu Turki: Kami Menentang Segala Aksi Militer Terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i184520-menlu_turki_kami_menentang_segala_aksi_militer_terhadap_iran
Pars Today - Menteri Luar Negeri Turki menekankan perlunya menyelesaikan perbedaan terkait isu nuklir Iran melalui dialog.
(last modified 2026-01-24T04:15:13+00:00 )
Jan 24, 2026 11:14 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
    Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan

Pars Today - Menteri Luar Negeri Turki menekankan perlunya menyelesaikan perbedaan terkait isu nuklir Iran melalui dialog.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Sky News, "Ankara menentang segala aksi militer terhadap Iran dan mengutuk segala campur tangan asing dalam urusan internal Iran."

Menurut laporan IRNA, Fidan menyatakan bahwa Turki menentang serangan yang dilakukan selama Perang 12 Hari terhadap Iran dan mengatakan, "Ankara akan melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mencegah kemungkinan konflik."

Mengacu pada sanksi yang dikenakan pada Iran, ia menekankan perlunya menyelesaikan perbedaan terkait isu nuklir melalui dialog dan diplomasi.

Dalam bagian lain ucapannya, Menteri Luar Negeri Turki mengumumkan kemungkinan partisipasi Ankara dalam Pasukan Penjaga Perdamaian Gaza, dan menambahkan bahwa partisipasi ini masih mungkin meskipun ada penentangan kuat dari Israel.

Menurutnya, Kehadiran Turki dalam pasukan ini membutuhkan kesepakatan antara negara-negara terkait.

Fidan mengingatkan bahwa Turki sebelumnya telah mengumumkan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam rencana perdamaian Trump untuk Gaza dan terus berpegang pada posisi ini.

Merujuk pada keanggotaan Turki dalam Dewan Perdamaian Gaza dan partisipasinya dalam komite eksekutif serta penyediaan bantuan kemanusiaan yang luas, ia tidak mengesampingkan kemungkinan pengiriman pasukan militer ke Gaza.

Ia menekankan bahwa pengiriman pasukan bergantung pada dialog dan kesepakatan antara negara-negara tertentu dan masih harus dilihat ke arah mana perkembangan selanjutnya akan berjalan.

Acara penandatanganan piagam dari apa yang disebut Dewan Perdamaian "Trump" untuk Gaza diadakan di Davos pada hari Kamis di hadapan Presiden AS dan perwakilan negara-negara anggota.

Sekitar 60 negara telah diundang untuk bergabung dengan dewan tersebut, tetapi sejauh ini hanya sejumlah kecil sekutu Barat AS yang secara resmi menerima undangan itu.

Di antara negara-negara yang telah setuju, terlihat nama-nama Azerbaijan, Armenia, Argentina, Mesir, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab.(sl)