PBB Peringatkan Serangan Udara Anti-ISIS di Libya
Utusan PBB mengatakan, serangan udara terhadap posisi teroris akan membahayakan upaya mendudukkan pemerintahan persatuan nasional di Libya.
Stasiun televisi Deutsche Welle (DW) (18/2) melaporkan, Martin Kobler, Utusan PBB untuk Libya menuturkan, pertumbuhan cepat ISIS di Libya akan mempersulit upaya mewujudkan stabilitas keamanan di negara ini.
Kobler percaya tangggung jawab memerangi ISIS harus diserahkan kepada Libya sendiri.
Ia juga menekankan urgensi mematuhi prioritas-prioritas dalam mengelola masalah Libya.
"Dalam jangka panjang untuk memerangi ISIS dan merebut kembali kota-kota serta pedesaan di sekitar Sirte yang diduduki teroris, bukan hanya serangan udara yang dibutuhkan, tapi juga serangan darat," ujarnya.
Kobler juga mengatakan, tekanan-tekanan luas masyarakat internasional atas ISIS di Suriah dan Irak membuka kemungkinan masuknya petempur asing lebih besar ke Libya.
Saat ini 70-80 persen pasukan ISIS di Libya adalah warga asing dan menurut Kobler jumlah ini terus meningkat.
Utusan PBB di Libya itu juga menyinggung upaya membentuk pemerintahan persatuan nasional di Libya.
"95 persen penduduk Libya menginginkan implementasi kesepakatan persatuan nasional, namun para pengambil keputusan politik negara inilah yang sebenarnya memainkan peran utama," pungkasnya. (HS)