Popularitas Trump Anjlok ke 33 Persen
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Survei terbaru di Amerika menunjukkan popularitas kinerja Donald Trump, Presiden Amerika Serikat kembali mengalami penurunan dan hanya tersisa 33 persen. Sementara mayoritas Amerika menentang serangan militer terhadap Iran.
Menurut laporan Pars Today, situs Amerika The Hill mengumumkan hasil survei Amherst/Massachusetts hari Senin (30/03/2026) yang menunjukkan 62 persen pemilih Amerika tidak menerima kinerja Donald Trump dan dari jumlah ini 53% “sangat” tidak menerimanya. Hasil survei ini menjelaskan, 33 persen dari mereka yang mengikuti survei ini mengatakan “kira-kira” atau “kebanyakan” setuju dengan Trump.
Situs The Hill mengakui bahwa serangan militer Amerika terhadap Iran menyebabkan kenaikan harga produk-produk, termasuk minyak, gas, pupuk, penerbangan, helium, kredit rumah di negara ini.
Menurut laporan media Amerika ini, Iran memulai serangan balasan terhadap berbagai pangkalan Amerika dan sumber daya Amerika di negara-negara Teluk Persia dan praktis menutup Selat Hormuz yang menjadi koridor utama perdagangan minyak.
Dalam hal ini, partisipasi para demonstran Amerika yang memrotes agresi militer Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran yang menyebabkan kenaikan harga-harga di berbagai kota di Amerika mendapat liputan luas. Media-media menyebutnya sebagai demonstrasi terbesda dalam sejarah Amerika. Jutaan orang di 50 negara bagian Amerika ikut dalam demonstrasi yang meneriakkan “No Kings” dan “Demokrasi Tak Menginginkan Raja”.(sl)