China's Grand Plan: Yuan Pelan-pelan Geser Dominasi Dollar
https://parstoday.ir/id/news/world-i189624-china's_grand_plan_yuan_pelan_pelan_geser_dominasi_dollar
Pars Today - Ketua Kamar Dagang Bersama Iran-Tiongkok menyatakan bahwa peningkatan transaksi perdagangan berbasis Yuan dalam beberapa bulan terakhir merupakan bagian dari strategi jangka panjang Tiongkok untuk menggantikan Dollar, sebuah program yang telah dimulai sebelum konflik Iran-Amerika dan bahkan sebelum perang Ukraina.
(last modified 2026-05-07T10:03:04+00:00 )
May 07, 2026 17:01 Asia/Jakarta
  • Yuan, mata uang Tiongkok
    Yuan, mata uang Tiongkok

Pars Today - Ketua Kamar Dagang Bersama Iran-Tiongkok menyatakan bahwa peningkatan transaksi perdagangan berbasis Yuan dalam beberapa bulan terakhir merupakan bagian dari strategi jangka panjang Tiongkok untuk menggantikan Dollar, sebuah program yang telah dimulai sebelum konflik Iran-Amerika dan bahkan sebelum perang Ukraina.

Majid Reza Hariri, dalam wawancara dengan IRNA pada Senin (4/5), menanggapi perkembangan terkini dalam transaksi perdagangan global pasca-agresi militer Amerika ke wilayah Iran dan penutupan Selat Hormuz. Ia menjelaskan bahwa Yuan telah masuk ke dalam keranjang mata uang global sejak 10 tahun lalu dan kini telah menjadi salah satu basis transaksi perdagangan dunia. Banyak mitra dagang Tiongkok kini menyelesaikan pembayaran mereka dengan negara tersebut menggunakan Yuan.

Hariri menambahkan bahwa meskipun volume transaksi berbasis Yuan belum sebanding dengan Dolar Amerika Serikat, laju pertumbuhannya sangat tinggi dan terus menggantikan berbagai mata uang lainnya. Jika 15 tahun lalu kurang dari 1 persen transaksi global dilakukan dengan Yuan, kini angkanya telah melampaui 7 persen, bukti nyata akselerasi yang signifikan.

Ia menegaskan bahwa tren negara-negara beralih ke transaksi Yuan bukanlah fenomena yang dapat dikaitkan secara langsung dengan konflik terkini di Teluk Persia, agresi Amerika terhadap Iran, atau penutupan Selat Hormuz.

"Jika Anda merujuk pada berita, bahkan hampir tiga tahun sebelum peristiwa ini, Tiongkok telah mengumumkan kecenderungan transaksinya dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berbasis Yuan, termasuk pembayaran pembelian minyak dari negara-negara tersebut dan sebagian dari rencana itu bahkan telah terealisasi."

Hariri juga menyinggung keputusan Rusia dan Tiongkok dalam konteks ini. Ia menjelaskan bahwa pasca-perang Ukraina dan gejolak politik berikutnya, terutama setelah Amerika dan Eropa memberlakukan sanksi terhadap Rusia, transaksi berbasis Yuan antara Rusia dan Tiongkok mengalami penguatan drastis.

Aktivis ekonomi ini melanjutkan, "Bahkan di kalangan negara-negara anggota ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), dalam tahun-tahun terakhir telah disepakati bahwa negara-negara tersebut akan melakukan transaksi mereka menggunakan Yuan. Seluruh langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Yuan dalam perdagangan global, tetapi juga dijalankan dengan kecepatan dan intensitas tinggi."

Menanggapi isu lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, Hariri menyatakan bahwa hal tersebut kembali pada manajemen Iran atas jalur air strategis ini sesuai regulasi yang berlaku dalam kondisi perang, dan tidak berkaitan langsung dengan pembahasan perdagangan minyak Teluk Persia berbasis Yuan.

"Dunia bergerak perlahan menuju perubahan mata uang transaksi dalam perdagangan dengan Tiongkok, seperti halnya Yen Jepang yang pernah menempati posisi serupa dan menjadi salah satu mata uang utama dalam transaksi komersial."

Strategi Jangka Panjang Tiongkok Memperkuat Yuan

Ketua Kamar Dagang Bersama Iran-Tiongkok melanjutkan, "Sekitar dua dekade lalu, Yen juga termasuk mata uang bernilai tinggi dalam keranjang mata uang global dan aktif diperdagangkan. Namun, secara bertahap mata uang lain seperti Euro menguat, dan hari ini kita melihat bahwa sebagian besar transaksi internasional masih didominasi Dolar dan Euro. Yuan pun kini perlahan-lahan menemukan peran dan posisinya dalam ekosistem ini."

Ia memprediksi bahwa hingga tahun 2030, Yuan berpotensi mencapai pangsa 15 persen dari perdagangan global, angka yang sangat signifikan jika benar-benar terwujud.

Hariri juga menyatakan bahwa gejolak geopolitik seperti perang Ukraina atau agresi Amerika terhadap Iran dapat berperan sebagai katalisator yang mempercepat penguatan Yuan. "Tiongkok telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk kehadiran efektif dalam keranjang mata uang global, dan kini tengah dalam tahap implementasi."

Potensi Pengembangan Perdagangan Berbasis Yuan Terbuka Lebar

Ketua Kamar Dagang Bersama Iran-Tiongkok menekankan bahwa terdapat kapasitas besar bagi ekonomi Iran dalam perdagangan dengan Beijing yang dapat dimanfaatkan. "Dengan basis Yuan, sebagian besar kebutuhan perdagangan dan bahkan komoditas pokok negara dapat dipenuhi, jika kita mengalihkan sumber pembelian komoditas pokok dari Amerika Utara ke kawasan Timur dan Asia Tengah, kapasitas ini akan terbuka."

Hariri menjelaskan bahwa banyak komoditas pokok dapat diperoleh dari Rusia, Kazakhstan, bahkan Malaysia. Ia menambahkan bahwa Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) atau Sistem Pembayaran Lintas Batas Antarbank Tiongkok telah menjadi salah satu instrumen transaksi finansial yang menguat seiring dengan penguatan Yuan.

Ia mencatat bahwa CIPS telah mengalami pertumbuhan signifikan dalam tahun-tahun terakhir. "Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok semakin hari semakin menguat dan bergerak menuju posisi sebagai kekuatan ekonomi nomor satu dunia."(Sail)