Myanmar Sikapi Demo Pro Muslim Rohingya di Malaysia
Pemerintah Myanmar menyebut aksi demo solidaritas warga Malaysia terhadap Muslim Rohingya sebagai isu politik yang ditujukan meraih dukungan warga negara ini.
Seperti dilaporkan IRNA, U Zaw Htay, deputi dirjen kantor kepresidenan Myanmar seraya merilis artikel di koran Myanmar Times menyebut aksi demo mendukung Muslim Rohingya di Malaysia sebagai sebuah keputusan politik guna meraih dukungan rakyat negara ini.
Ia menambahkan, berdasarkan prinsip ASEAN, anggota organisasi ini tidak diijinkan melakukan intervensi di urusan internal anggota lainnya.
Deplu Malaysia hari Sabtu (3/12) di statemennya menyatakan, aksi demo solidaritas yang akan digelar Ahad (4/12) yang juga akan dihadiri Perdana Menteri Najib Tun Razak merupakan sebuah kekhawatiran Malaysia akan krisis kemanusiaan terhadap Muslim Rohingya.
Deplu Malaysia juga menyatakan, keberadaan lebih dari 50 ribu Muslim Rohingya di Malaysia dan ratusan ribu lainnya di negara tetangga membuat masalah ini bukan sekedar isu dalam negeri.
Deplu Malaysia hari Jumat memanggil dubes Myanmar dan mengungkapkan protesnya atas penumpasan Muslim Rohingya di Provinsi Rakhin.
Muslim Rohingya sejak tahun 2012 hingga kini terus menjadi target ekstrimis Budha di Provinsi Rakhin. Sejak awal Oktober tahun ini, gelombang baru kekerasan ekstrimis Budha terhadap warga Muslim Rohingya meletus kembali. Kekerasan ini membuat lebih dari 30 ribu Muslim Rohingya terpaksa mengungsi dan meninggalkan rumah mereka. (MF)