Daesh Nikmati Uang Hasil Penjualan Narkotika di Filipina
-
Rodrigo Duterte
Presiden Filipina mengatakan, kelompok teroris Daesh memanfaatkan uang hasil transaksi obat terlarang dan narkotika yang dilakukan kelompok-kelompok teroris afiliasinya di kepulauan Mindanao, Selatan Filipina.
Rodrigo Duterte, Presiden Filipina, Selasa (10/1) mengumumkan, aksi-aksi kekerasan kelompok teroris Daesh sudah sampai di Filipina dan sedang meninggalkan jejaknya di sana.
Ronald dela Rosa, Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Selasa (10/1) kepada media nasional mengabarkan, aparat keamanan Filipina terus melakukan pengawasan terhadap sekitar 5-10 teroris asing yang sudah masuk ke negara ini.
Ia menambahkan, petinggi keamanan Filipina berhasil menghimpun informasi yang menyebutkan para teroris asing dilatih di negara itu sebelum dikirim ke Suriah.
Dela Rosa menambahkan, dalam operasi yang digelar hari Sabtu lalu oleh kepolisian Mindanao, seorang teroris asing dan istrinya berhasil dilumpuhkan.
Presiden Filipina pada 28 November 2016 mengumumkan, Daesh menjalin hubungan dengan salah satu kelompok teroris yang aktif di Filipina, Maute.
Militer Filipina menuding kelompok Maute berada di balik sejumlah pengemboman dan perampokan di wilayah Selatan negara itu. Di antara aksi teror yang dilakukan Maute adalah peledakan bom tahun lalu di kota Davao yang menewaskan 15 orang dan melukai 70 lainnya. (HS)