PBB: Lebih dari 1000 Muslim Tewas dalam Operasi Militer Myanmar
Dua pejabat tinggi PBB mengumumkan, dalam operasi yang dilakukan aparat keamanan Myanmar di Utara negara itu, lebih dari 1000 Muslim Rohingya tewas.
Press TV (9/2) melaporkan, dua pejabat tinggi PBB yang bertugas menangani masalah Muslimin Rohingya yang lari dari kekerasan di Myanmar, Rabu (8/2) menuturkan, data terkait jumlah korban operasi militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya, menunjukkan jumlah yang jauh lebih besar dari data yang dilaporkan sebelumnya.
Pemerintah Myanmar mengklaim, jumlah Muslim Rohingya yang tewas sejak dimulainya operasi militer Myanmar tahun 2016 lalu di Negara Bagian Rakhine, kurang dari 100 orang.
Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB dalam laporannya menyebutkan, aparat militer Myanmar dalam operasinya melakukan pembunuhan terhadap bayi, anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia, juga melakukan pemerkosaan dan kekerasan fisik terorganisir serta luas.
Pemerintah Myanmar yang sebelumnya membantah laporan tersebut, pekan lalu berjanji akan melakukan penyelidikan terkait hal ini.
Sehubungan dengan masalah tersebut, Paus Fransiskus, Pemimpin umat Katolik dunia, Rabu (8/2) menyampaikan protes atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan terhadap Muslim di Myanmar.
Ia mengatakan, Muslimin Rohingya menderita selama bertahun-tahun dan hanya karena memegang teguh ajaran agama serta budayanya, mereka harus disiksa dan terbunuh.
Menurut laporan PBB, lebih dari 69 ribu Muslim Rohingya di wilayah Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, Myanmar melarikan diri ke Bangladesh dan 23 ribu lainnya terlantar. (HS)