Rusia akan Pulihkan Hubungan Penuh dengan Libya
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Pemerintah Persatuan Nasional Libya, Fayez al-Sarraj di Moskow, mengatakan Rusia tertarik untuk memulihkan hubungan penuh dengan Libya.
Kantor berita TASS melaporkan, Lavrov dalam pertemuan hari Kamis (2/3/2017) menuturkan, Rusia tertarik untuk membantu Libya keluar dari kesulitan.
"Kami mengungkapkan solidaritas kami dengan rakyat Libya yang mungkin sedang melalui ujian yang paling parah dalam sejarah. Kesatuan rakyat Libya dan integritas wilayah Libya sama-sama telah dilanggar," ujarnya.
Lavrov menegaskan, "Sebagai teman baik dan lama negara Anda, kami tertarik untuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan Libya."
"Rusia ingin melihat Libya sebagai sebuah bangsa yang bersatu dan sejahtera, yang bergantung pada lembaga-lembaga pemerintah yang stabil dan tentara yang layak," tandasnya.
Masalah ini, kata Lavrov, pertama-tama akan menguntungkan rakyat Libya, dan juga demi kepentingan memperkuat stabilitas regional dan menciptakan kondisi bagi kelanjutan hubungan penuh antara Libya dan semua mitranya, termasuk Rusia.
"Kami yakin bahwa krisis saat ini dapat diatasi hanya oleh rakyat Libya dan semua pihak Libya melalui dialog nasional yang inklusif untuk tujuan rekonsiliasi," kata diplomat tinggi Rusia ini.
Dia mencatat bahwa Rusia membangun kontak dengan semua pihak Libya tanpa kecuali, di mana mereka perlu untuk mencapai kesepakatan di antara mereka sendiri sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. (RM)