Jerman Khawatir Penyebaran Rudal Rusia di Kaliningrad
Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel mengatakan, keputusan Rusia untuk secara permanen menempatkan rudal Iskander di Kaliningrad akan berarti kemunduran bagi keamanan Eropa.
Dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, Interfax, Rabu (8/3/2017), Gabriel menolak kritik Rusia terhadap penyebaran 4.000 tentara NATO di Polandia dan negara-negara di Laut Baltik, termasuk 400 tentara Jerman di Lithuania.
"Jumlah tentara Jerman di wilayah itu kecil jika dibandingkan dengan penumpukan besar tentara Rusia," ujarnya.
Sejak awal 2017, NATO menyebarkan pasukan dan kendaraan tempur Amerika Serikat di Eropa Timur. Misi Atlantic Resolve akan menempatkan tentara AS dan peralatan militer mereka di Polandia dan juga di Estonia, Latvia, Lithuania, Rumania, Bulgaria dan Hungaria secara bergilir.
"Jika rudal Iskander ditempatkan permanen di Kaliningrad, ini akan menjadi penyebab keprihatinan besar dan pukulan untuk keamanan Eropa," tegas Gabriel.
Rusia sudah sering memperingatkan tentang dampak kehadiran pasukan NATO di dekat perbatasannya dan berjanji akan mengambil tindakan balasan.
Hubungan Moskow dan Washington memburuk sejak tahun 2014 seiring perluasan ekspansi NATO ke arah perbatasan Rusia serta krisis di timur Ukraina dan Suriah.
Hubungan kedua negara jatuh ke titik terendah sejak Perang Dingin setelah Krimea, bergabung dengan Federasi Rusia dalam sebuah referendum pada tahun 2014. (RM)