Mengadili Teroris; Rencana Guterres, Dukungan Al Abadi
-
Antonio Guterres, Sekjen PBB
Antonio Guterres, Sekjen PBB dalam pertemuan dengan Haider Al Abadi, Perdana Menteri Irak mengkonfirmasikan kesiapan PBB untuk mengadili para teroris yang disambut antusias oleh Perdana Menteri Irak.
Haider Al Abadi, Perdana Menteri Irak dan Antonio Guterres, Sekjen PBB Kamis (30/3) melakukan pertemuan dan berdialog di Baghdad, ibukota Irak. Pasca pertemuan itu, Guterres mengatakan, "Dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi Irak kami membicarakan tentang bagaimana menangkap para teroris Daesh dan mengadili mereka." Haider Al Abadi, Perdana Menteri Irak juga menyinggung rencana PBB untuk mengadili para teroris dan mengatakan, "Pemerintah Irak mendukung upaya PBB untuk mengejar dan mengadili para teroris."
Rencana Guterres mengadili para teroris merupakan mekanisme terbaru yang akan dilakukan PBB. Disebut baru karena hingga kini tidak ada teroris yang dibawa ke pengadilan dalam negeri atau internasional. Sampai saat ini, strategi terpenting yang dilakukan menghadapi para teroris adalah memerangi mereka. Tentu saja perang menjadi keharusan dalam kondisi dimana kelompok-kelompok teroris mengancam kedaulatan negara-negara dan menduduki sebagian wilayah sebuah negara.
Rencana Guterres menangkap dan mengadili para teroris memunculkan satu pertanyaan, apakah PBB dapat melakukan penangkapan para teroris? Tampaknya dalam kondisi saat ini kemungkinan untuk mewujudkan tujuan ini dimiliki oleh PBB. Karena menghadapi para teroris di negara-negara seperti Irak telah melewati periode perang. Ketika pasukan Irak telah melewati tahapan memerangi terorisme dan tidak membunuh mereka, tapi menangkap mereka bahkan para komandan, maka sangat mungkin untuk mengadili mereka.
Antonio Guterres baru tiga bulan memangku jabatannya sebagai Sekjen PBB dan membuat rencana menangkap dan mengadili para teroris untuk diserahkan ke Dewan Keamanan PBBB. Bila rencana ini disetujui, maka ini merupakan satu langkah penting dalam memerangi terorisme di periode baru ketika kelompok-kelompok teroris ini tengah memasuki masa kehancurannya.
Sekalipun PBB merupakan pemain penting di dunia, tapi kinerja lembaga internasional ini hingga kini selalu di bawah bayang-bayang kepentingan kekuatan-kekuatan besar dunia. Tampaknya rencana menangkap dan mengadili para teroris tidak bertentangan dengan kepentingan kekuatan-kekuatan besar. Oleh karenanya, sangat kecil kemungkinan negara-negara ini akan menggagalkan rencana ini.
Itulah mengapa Antonio Guterres menyampaikan rencana ini, sekalipun terlambat dalam memerangi terorisme, tapi bila dapat direalisasikan dapat menutupi kegagalan PBB dalam menyelesaikan pelbagai krisis penting keamanan dunia. Rencana ini juga merupakan langkah penting untuk memberi bingkai hukum memerangi terorisme di tingkat dunia.