Kubu Pro dan Anti Trump Berdemo di California
https://parstoday.ir/id/news/world-i36120-kubu_pro_dan_anti_trump_berdemo_di_california
Aksi demo kelompok pro dan anti Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di negara bagian California berujung pada bentrokan antara dua kubu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 16, 2017 10:59 Asia/Jakarta
  • Kubu Pro dan Anti Trump Berdemo di California

Aksi demo kelompok pro dan anti Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di negara bagian California berujung pada bentrokan antara dua kubu.

Press TV melaporkan, rapat umum antara kubu pendukung dan anti Donald Trump di kota Berkeley, California berujung pada aksi kekerasan dan bentrokan antara kedua pihak. Para pendukung Donald Trump berorasi mengenai kebebasan berpendapat sementara kubu anti Trump meneriakkan slogan anti presiden Amerika.

 

Sumber lokal menyebutkan, polisi menangkap sedikitnya 20 orang dan berusaha melerai dua kubu yang berseteru itu.

 

Pihak berwajib terpaksa menggunakan bahan peledak ke arah satu titik dalam usaha memulihkan ketertiban ketika perkelahian pecah di antara dua kelompok itu dan orang-orang saling melempar botol-botol dan kaleng-kaleng padahal dua kubu tersebut telah dipisahkan oleh sebuah penghalang.

 

Wartawan Reuters menyaksikan wajah sejumlah orang berdarah dan menderita luka-luka ringan. Tetapi belum ada kata resmi mengenai korban luka-luka atau meninggal dari pihak berwajib. Media yang mengutip kepolisian melaporkan sedikitnya 11 orang luka-luka.

 

Polisi mengatakan penangkapan-penangkapan bisa dilakukan setelah rekaman video diambil selama bentrokan diselediki.

 

Peristiwa itu terjadi ketika ratusan penentang Trump mengadakan aksi tandingan di sebuah taman yang bersamaan waktunya ketika sebagian besar pendukung Trump menyelenggarakan "Hari Patriot" yang di dalamnya peserta dapat bebas berbicara dan piknik. Antara 500 dan 1.000 orang berada di taman itu sementara pawai berlangsung, demikian perkiraan wartawan Reuters.

 

Di antara penentang Trump, ada sejumlah orang yang mengenakan masker dan berpakaian hitam. Di pihak lain termasuk mereka yang menamakan dirinya "patriot" dan "nasionalis", pendukung Trump, dan pendukung kebebasan bicara dan kelompok-kelompok lain.

 

Menurut Juru bicara polisi Berkeley, Byron White, selama bentrokan tersebut dua orang termasuk aparat keamanan mengalami luka-luka. (MF)