Lavrov Protes Penolakan Investigasi Serangan Kimia Khan Syeikhoun
-
Sergei Lavrov dan Wang Yi
Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, penolakan atas usul Rusia dan Iran di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, OPCW terkait penyelidikan soal klaim penggunaan senjata kimia di wilayah Khan Syeikhoun, Provinsi Idlib, Suriah, dilakukan untuk menarik perhatian publik pada isu penggulingan pemerintahan di Suriah.
Kantor berita Sputnik (21/4) melaporkan, Sergei Lavrov, Menlu Rusia dalam pertemuan dengan Wang Yi, Menlu Cina menuturkan, kemarin usulan bersama Rusia dan Iran agar tim ahli OPCW meninjau lokasi yang dicurigai sebagai tempat penggunaan senjata kimia di Suriah, ditolak oleh delegasi negara-negara Barat tanpa penjelasan yang beralasan dan konsisten.
Lavrov menambahkan, rumor dan informasi-informasi palsu serta bohong terkait penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah, adalah senjata yang digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dunia dari resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB yang menegaskan urgensi penyelesaian politik krisis Suriah dengan partisipasi seluruh pihak.
Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk kembali memunculkan ide lama penggulingan pemerintahan di Suriah.
Alexander Shulgin, Wakil tetap Rusia di OPCW mengatakan, Moskow sudah mengerahkan seluruh upayanya untuk menjamin terlaksananya investigasi yang tepat terkait dugaan serangan kimia di Provinsi Idlib, Suriah oleh tim pencari fakta OPCW.
Meski pemerintah Suriah pada tahun 2014 sudah menyerahkan seluruh gudang senjata kimianya kepada perwakilan PBB dan OPCW, namun Amerika Serikat Jumat (7/4) dini hari melauncurkan 59 unit rudal ke Suriah dengan dalih serangan kimia di Khan Syeikhoun yang diklaim dilakukan oleh Damaskus. (HS)