Pengakuan PBB atas Legitimasi Pemerintah Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i36572-pengakuan_pbb_atas_legitimasi_pemerintah_suriah
Antonio Guterres, Sekjen PBB, Ahad (23/4) mengirim pesan kepada Bashar Al Assad, Presiden Suriah dan mengucapkan selamat atas hari kemerdekaan Suriah kepada rakyat dan pemerintah negara itu.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Apr 24, 2017 11:10 Asia/Jakarta
  • Antonio Guterres
    Antonio Guterres

Antonio Guterres, Sekjen PBB, Ahad (23/4) mengirim pesan kepada Bashar Al Assad, Presiden Suriah dan mengucapkan selamat atas hari kemerdekaan Suriah kepada rakyat dan pemerintah negara itu.

Tanggal 17 April 1946 adalah hari kemerdekaan Suriah dari penjajahan Perancis dan momen penarikan pasukan Perancis terakhir dari negara itu.

Dalam pesan yang dikirim Sekjen PBB kepada Presiden Suriah tertulis, dunia sedang menyambut masa depan yang menjanjikan, namun hal itu bersamaan dengan munculnya instabilitas yang besar.

Kepada Presiden Suriah, Guterres mengatakan, tahun ini saya menyampaikan seruan untuk mewujudkan perdamaian di seluruh dunia dan apa yang kita perjuangkan sebagai keluarga besar umat manusia yaitu kemuliaan, keadilan, kemajuan dan kemakmuran, bergantung pada terwujudnya perdamaian.

Sekjen PBB mengharapkan keterlibatan dan kontribusi efektif Suriah dalam membantu membangun PBB yang lebih kuat dan meningkatkan upaya bersama untuk memastikan perdamaian, pembangunan dan hak asasi manusia bagi semua.

Pesan Sekjen PBB untuk Presiden Suriah itu dapat diamati dari dua sisi, pertama, di tengah serangan luas terhadap Bashar Al Assad agar dirinya mundur dari kursi presiden Suriah, Antonio Guterres sebagai seorang pemimpin sebuah lembaga internasional yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan global, memutuskan untuk memberi penghormatan kepada pemerintah Suriah dan menyampaikan ucapan selamat atas hari kemerdekaan negara itu.

Kedua, Sekjen PBB meminta Suriah, sebagai salah satu anggota organisasi internasional ini, untuk membantu menjalankan tugas yang diembannya, ini menunjukkan kepercayaan kepada pemerintah Suriah dan perannya dalam menciptakan perdamaian dan keamanan dunia.

Kemuliaan, keadilan, kemajuan dan kemakmuran dapat terwujud di bawah naungan perdamaian, dan tidak ada seorangpun di dunia ini yang dikecualikan dari poin-poin penting dan penentu kehidupan tersebut. PBB yang didirikan sebagai sebuah keluarga besar dari negara-negara dunia, mengemban tugas berat untuk mewujudkan perdamaian internasional sehingga seluruh umat manusia dapat menikmati kemuliaan, kemajuan, keadilan dan kemakmuran.

Kerja kolektif dan kolaborasi semua pihak adalah syarat utama keberhasilan PBB dalam melaksanakan tanggung jawabnya, akan tetapi hari ini, pandangan politik mainstream di lembaga ini justru membahayakan perdamaian dan keamanan global. Negara-negara adidaya dunia demi meraih kepentingan-kepentingan menyimpangnya, sama sekali tidak mempedulikan PBB. 

Akibat dari sikap semacam ini adalah munculnya ketidakamanan di banyak tempat di dunia ini. Kawasan Asia Barat, merupakan salah satu kawasan tidak aman dan perang terus berlangsung di kawasan ini. Kegagalan PBB menjalankan tugas yang diamanatkan kepadanya dan intervensi kekuatan-kekuatan transregional, telah mengubah instabilitas di Asia Barat menjadi sesuatu yang nyaris permanen keberadaannya.

Suriah adalah sebuah negara yang sejak tahun 2011 lalu dilanda perang dan krisis akibat intervensi pihak asing, dan selama ini PBB sebagai sebuah organisasi yang bertanggung jawab mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia, terkait Suriah secara praktis tidak berperan secara efektif.

Pada kondisi seperti ini, pemerintah dan pasukan Suriah untuk melindungi rakyatnya, sampai sekarang terus memerangi kelompok-kelompok teroris demi mewujudkan keamanan yang merupakan unsur terpenting kehidupan masyarakat, dan agar rakyat Suriah bisa merasakan kemuliaan, kemajuan, keadilan dan kemakmuran.

Realitasnya apa yang dilakukan pemerintah dan militer Suriah saat ini dalam memerangi teroris, adalah bantuan untuk PBB. Ini adalah sebuah gerakan untuk mewujdukan keamanan regional dan internasional yang dilakukan oleh salah satu negara anggota PBB yang memahami tanggung jawabnya mewujudkan keamanan global. (HS)