Australia Mengkaji Kemungkinan Pengiriman Pasukan ke Afghanistan
Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia menyatakan, negaranya tengah mengkaji permintaan NATO untuk mengirim pasukan lebih banyak ke Afghanistan.
Malcolm Turnbull tidak menjelaskan secara detil tentang permintaan para pejabat NATO saat kunjungannya akhir bulan lalu ke Afghanistan, sekalipun demikian ia menegaskan tidak menolak ide tersebut.
Turnbull dalam wawancaranya dengan para wartawan di Sidney menjelaskan, tidak diragukan lagi kami punya kesiapan untuk meningkatkan kerjasama di Afghanistan, tapi kami juga harus memperhatikan komitmen militer Australia di kawasan lain dan dunia.
Pernyataan Perdana Menteri Australia tentang keinginan mengkaji permintaan NATO untuk mengirimkan pasukan militer lebih banyak ke Afghanistan disampaikan saat pemerintah Amerika juga tengah mengkaji perluasan penugasan militernya di Afghanistan, khususnya untuk menambah pasukannya di negara ini.
Ketika Amerika dan NATO menjadikan penambahan pasukan militer di Afghanistan sebagai agendanya, Hanif Atmar, Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan beberapa bulan lalu dalam sidang NATO di Brussel menyatakan Afghanistan tidak membutuhkan pengiriman tambahan pasukan asing ke negaranya.
Atas dasar tersebut, pemerintah Afghanistan dengan pengalaman yang telah dimilikinya, khususnya terkait tidak ada manfaatnya kehadiran pasukan asing di negara ini, memilih menolak pengiriman pasukan lebih banyak oleh Amerika dan NATO ke negaranya. Sesuai dengan yang terjadi tahun lalu, penambahan pasukan asing di Afghanistan bukan hanya tidak mempengaruhi upaya menghadapi ekstremitas di negara ini, bahkan menyebabkan kelompok Taliban terprovokasi untuk melakukan aksi-aksi mematikan lebih banyak di Afghanistan.
Pemerintah Afghanistan telah menyatakan bahwa penambahan pasukan asing di negaranya bukan solusi atas aksi-aksi teror. Lalu pertanyaannya, mengapa Amerika dan NATO tetap memaksakan pendapatnya untuk mengirim pasukan lebih banyak ke Afghanistan?
Menurut para analis politik, berlanjutnya kondisi buruk keamanan di Afghanistan menyebabkan Amerika mencari alasan bahwa keamanan hanya dapat tercipta dengan adanya pasukan asing dan itu berarti pengurangan jumlah mereka bakal meningkatkan aksi-aksi kelompok teroris. Selain itu, penambahan pasukan akan menambah pengaruh di Afghanistan dalam kerangka kepentingan regionalnya. Kebijakan Amerika ini menyebabkan NATO terpaksa mengagendakan penambahan pasukan di Afghanistan.
Itulah mengapa ketika NATO meminta Australia untuk menambah pasukannya, Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia mengkonfirmasikan pemerintahannya tengah membahas permintaan tersebut. Saat ini, Australia memiliki sekitar 300 pasukan di Afghanistan dan seperti negara-negara anggota NATO lainnya, Australia hanya berperan sebagai penasihat atau pelatih pasukan Afghanistan.