AS Persiapkan Perang Strategis di Perbatasan Irak dan Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i37754-as_persiapkan_perang_strategis_di_perbatasan_irak_dan_suriah
Ketika Amerika Serikat menginstruksikan sekutunya untuk bersiaga dan meningkatkan ancaman di kawasan, itu berarti perang di Irak dan Suriah tidak berakhir dan masih tersisa ratusan kilometer bagi Al-Hashd Al-Shaabi Irak dan militer Suriah untuk mencapai titik perbatasan kedua negara.
(last modified 2026-02-07T17:00:51+00:00 )
May 17, 2017 16:17 Asia/Jakarta
  • Netanyahu dan Trump
    Netanyahu dan Trump

Ketika Amerika Serikat menginstruksikan sekutunya untuk bersiaga dan meningkatkan ancaman di kawasan, itu berarti perang di Irak dan Suriah tidak berakhir dan masih tersisa ratusan kilometer bagi Al-Hashd Al-Shaabi Irak dan militer Suriah untuk mencapai titik perbatasan kedua negara.

Fars News melaporkan, tuduhan Amerika Serikat terhadap pemerintah Suriah soal pembakaran jenazah para tahanan di penjara Sednaya, permintaan nyata menteri Israel untuk meneror Bashar Al-Assad, mengemukanya tanda tanya soal wilayah-wilayah reduksi gejolak, serangan AS ke Al-Hasakah dan Bukamal serta tweasnya puluhan warga sipil di utara Suriah dengan alasan pemberantasan terorisme, kehadiran kelompok oposisi dalam perundingan Jenewa dan ancaman walk-out kelompok itu, penekanan kelompok-kelompok bersenjata yang ikut dalam perundingan Astana bahwa mereka adalah bagian dari operasi front selatan Suriah melalui Yordania untuk memasuki garis perbatasan dengan Irak, pengerahan pasukan cadangan AS ke wilayah perbatasan Kurdistan Irak dan pernyataan panglima pasukan terhadap pasukan Al-Hashd Al-Shabi jika bergerak menuju garis perbatasan Suriah, semuanya bukan kebetulan.

Kantor berita Al-Nashra Lebanon dalam sebuah laporan menyebutkan, masalah-masalah tersebut tidak bersifat kebetulan, melainkan disebabkan karena kekhawatiran Amerika terhadap laju cepat kemajuan militer Suriah di wilayah-wilayah gurun pasir menuju Deir El-Zor atau menuju garis perbatasan dengan Irak. Sementara di satu sisi, AS juga mengkhawatirkan gerakan cepat Al-Hashd Al-Shabi Irak menuju perbatasan dengan Suriah.

Amerika Serikat mengetahui dengan baik bahwa kondisi Daesh tidak prima untuk bertahan dalam jangka waktu lama dan tidak dapat diandalkan untuk berperang secara tangguh. Sementara itu, militer Suriah dan Al-Hashd Al-Shabi Irak dengan cepat bergerak menuju wilayah perbatasan.

Washington juga menyadari bahwa kemajuan militer Suriah dan Al-Hashd Al-Shabi Irak tidak dilakukan secara terpisah, melainkan bergerak secara terkoordinasi dengan kerjasama Iran dan Rusia. Ini berarti akan mencegah penguasaan Amerika Serikat terhadap garis perbatasan dan jalur-jalur penyeberangan di Suriah dan Irak.  

Kontrol jalur masuk Iran dan setelah itu Cina ke Laut Mediterania serta jalur minyak Irak dan gas Iran, juga penguasaan terhadap jalur penyaluran bantuan strategis Iran ke Suriah dan pasukan muqawama merupakan di antara target pendudukan Amerika Serikat di Irak setelah gagal mewujudkan tujuannya dalam perang di Suriah dan menguasai wilayah antara sungai Dajlah dan Eufrat. Jika AS gagal dalam skenario ini, maka perang Suriah akan dilanjutkan tanpa memperhatikan poin-poin strategis dan hanya dalam lingkup manajemen taktis.

Dengan demikian fokus Amerika Serikat akan tertuju pada upaya mempertahankan garis pertahanan di selatan Suriah dan mekanisme proteksi perbatasan selatan Suriah untuk menjamin keamanan Israel di segala bentuk solusi politik krisis Suriah.(MZ)