Rusia di Tengah Himpitan Sanksi Baru Uni Eropa dan AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i42240-rusia_di_tengah_himpitan_sanksi_baru_uni_eropa_dan_as
Uni Eropa akhirnya menjatuhkan paket sanksi baru terhadap semenanjung Krimea, Rusia.
(last modified 2026-01-04T09:54:16+00:00 )
Aug 05, 2017 15:44 Asia/Jakarta

Uni Eropa akhirnya menjatuhkan paket sanksi baru terhadap semenanjung Krimea, Rusia.

Sehubungan dengan hal ini Komisi Eropa, dengan memperhatikan kontroversi pemindahan turbin-turbin gas buatan perusahaan Jerman, Siemens ke wilayah Krimea, Jumat (4/8) akhirnya menjatuhkan sanksi terhadap tiga individu dan tiga perusahaan Rusia.

Uni Eropa pasca referendum bergabungnya Krimea ke Rusia pada tahun 2014, telah menjatuhkan sanksi atas Moskow dan sanksi-sanksi itu terus dipertahankan hingga kini. Di antara sanksi bersama Uni Eropa dan Amerika Serikat atas Rusia adalah pelarangan bisnis dan transaksi ekonomi perusahaan-perusahaan Barat dengan Krimea, dan di antara individu yang terkena sanksi itu adalah Andrei Cherezov, Deputi Menteri Energi Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya selain menegaskan keinginan untuk mempertahankan dan memperluas kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa, juga mengumumkan bahwa hak membalas sanksi-sanksi baru tersebut tetap ada. Dalam statemen itu, Uni Eropa dan Jerman dianggap bertanggung jawab memperluas sanksi terhadap Rusia. Menurut Moskow, sanksi-sanksi baru Uni Eropa atas Rusia, emosional dan tanpa dasar.

Sepertinya sekarang masalah penerapan sanksi telah menjadi masalah yang pelik dalam hubungan Uni Eropa dengan Rusia. Pada awal Juni 2017, Brussels memperpanjang sanksi sebelumnya atas Rusia yang diterapkan sejak 2014 akibat bergabungya Krimea ke Rusia, dan sekarang menambahkan sejumlah sanksi baru.

Langkah tersebut dipandang Moskow sebagai langkah permusuhan dan tidak bersahabat. Namun selain menginginkan agar tekanan tetap diberikan pada Rusia, di sisi lain, Uni Eropa menentang sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan Amerika atas Rusia. Terutama karena sanksi-sanksi itu dinilai dapat berdampak buruk pada proyek-proyek minyak, gas dan pada perusahaan-perusahaan Eropa.

Jean Claude Juncker, Presiden Komisi Eropa mengatakan, Uni Eropa menganggap sanksi-sanksi baru Amerika terhadap Rusia merupakan bagian dari politik industri negara itu. Kami akan melindungi kepentingan ekonomi kami dari Amerika.

Sanksi-sanksi baru Amerika juga menyasar ekspor gas Rusia ke Eropa. Pada kenyataannya, Uni Eropa selain sedang melanjutkan kebijakan sanksinya atas Rusia, juga menginginkan agar garis merah dalam hal ini diperhatikan. Sementara Washington secara sepihak, tanpa memperhatikan kepentingan Eropa, justru memperluas dan memperketat sanksi atas Moskow.

Menurut Daniel Lazare, seorang analis politik, perang baru ekonomi Amerika terhadap Rusia, dapat mengancam hubungan Washington dengan Jerman. Petinggi negara-negara Eropa harus memutuskan sikap melawan langkah Amerika demi melindungi kepentingan warganya atau menyertai Amerika dalam menjatuhkan sanksi atas Rusia.

Dengan demikian, di satu sisi, Uni Eropa menjatuhkan sanksi baru atas Rusia, pada saat yang sama ingin mempertahankan kerja sama ekonomi dengan Moskow di berbagai bidang seperti energi, di sisi lain Amerika berusaha menerapkan sanksi total atas Rusia. (HS)