Medvedev: Trump Secara Terbuka Menyatakan Tujuan AS Merebut Minyak Venezuela
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183610-medvedev_trump_secara_terbuka_menyatakan_tujuan_as_merebut_minyak_venezuela
Pars Today - Wakil ketua Dewan Keamanan Rusia mengumumkan bahwa presiden AS secara terbuka dan eksplisit menyatakan bahwa tujuan negaranya dalam menyerang Venezuela dan menangkap presidennya adalah untuk merebut minyak Venezuela.
(last modified 2026-01-05T03:46:19+00:00 )
Jan 05, 2026 10:44 Asia/Jakarta
  • Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia
    Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia

Pars Today - Wakil ketua Dewan Keamanan Rusia mengumumkan bahwa presiden AS secara terbuka dan eksplisit menyatakan bahwa tujuan negaranya dalam menyerang Venezuela dan menangkap presidennya adalah untuk merebut minyak Venezuela.

Menurut laporan IRNA dari kantor berita TASS, Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia mengatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro "telah berulang kali mengatakan bahwa tujuan sebenarnya dari pemerintah AS saat ini adalah untuk merebut minyak dan sumber daya alam lainnya dari negara tersebut".

Medvedev mencatat, "Trump tidak menyembunyikan tujuan ini."

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam konferensi pers pada 4 Januari bahwa "embargo minyak" terhadap Venezuela akan sepenuhnya diterapkan dan bahwa Washington akan memantau transisi politik di negara Amerika Selatan tersebut.

Reuters juga melaporkan bahwa beberapa kapal tanker yang baru-baru ini memuat minyak mentah dan bahan bakar yang ditujukan untuk tujuan termasuk Amerika Serikat dan Asia tidak bergerak, dan kapal lain yang menunggu untuk dimuat tetap kosong. Tidak ada kapal tanker yang dimuat kemarin.

Penghentian total ekspor minyak, termasuk dari kapal tanker yang disewa oleh perusahaan AS Chevron, dapat mempercepat penurunan produksi di ladang minyak Venezuela, karena tangki penyimpanan dan bahkan kapal yang digunakan untuk penyimpanan terapung telah cepat penuh dalam beberapa minggu terakhir, menurut sumber yang mengetahui masalah ini dan dokumen dari perusahaan minyak nasional Venezuela.(sl)