Militer Myanmar Lanjutkan Represi terhadap Rohingya
-
Rohingya
Serangan tentara Myanmar terhadap minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine hingga kini masih terus berlanjut.
AFP melaporkan, Komandan perbatasan Bangladesh mengatakan, Ratusan orang Muslim Rohingya di provinsi Rakhine, wilayah barat Myanmar menjadi sasaran militer negara ini.
Manzour Hassan Khan menegaskan, Militer Myanmar menembaki orang-orang Rohingya yang berlindung di titik nol perbatasan Bangladesh.
Hingga berita ini ditulis, rincian jumlah korban akibat serangan tersebut masih belum diketahui.
Sebelumnya, Aksi penyerangan yang dilancarkan tentara Myanmar dan ekstremis Budha terhadap minoritas etnis Rohingya di daerah Maungdaw, wilayah utara negara bagian Rakhine menewaskan 59 orang, dan melukai sejumlah lainnya. Serangan serupa sebelumnya menewaskan 22 orang.
Bersamaan dengan gelombang baru kehadiran tentara Myanmar di Rakhine sejak awal bulan lalu, rangkaian aksi penyerangan dan tekanan terhadap Rohingya semakin tinggi. Akibatnya, ribuan orang etnis Rohingya meninggalkan tempat tingga mereka untuk menyelamatkan diri menuju Bangladesh.
Dilaporkan, sebanyak 75 ribu orang Rohingya di bulan Juli mengungsi ke Bangladesh.
Myanmar tidak mengakui minoritas Rohingya sebagai bagian dari kelompok etnis di negara ini, dan pemerintah Naypyidaw meyakini Rohingya sebagai imigran asal Bangladesh yang memasuki negaranya.